Jumat , 21 Februari 2020
Home / Borgol / Ahli Tandingan Sebut Pekerjaan Sesuai RAB

Ahli Tandingan Sebut Pekerjaan Sesuai RAB

PEMERIKSAAN SAKSI: Jawoto, saksi ahli konstruksi yang dihadirkan PH terdakwa menyampaikan penjelasan ke Majelis Hakim sidang perkara dugaan korupsi pembangunan SMKIT, kamis (28/6).

BENGKULU – Sidang lanjutan perkara korupsi pembangunan SMKIT Arsitek berbasis Entrepreneur yang mendudukkan Edi Panca Warman mantan kepala SMKIT sebagai terdakwa kembali bergulir di PN Tipikor Bengkulu, Kamis (27/6) siang. Sidang kali ini menghadirkan saksi ahli konstruksi yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa. Saksi ahli, Jawoto ini dapat dikatakan sebagai saksi ahli tandingan atas saksi ahli yang dihadirkan JPU Yuli Herawaty, SH..

Di hadapan majelis hakim, Jawoto memaparkan jika pekerjaan pembangunan SMKIT sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan. Selain itu, pekerjaan juga telah direalisasikan sesuai dengan petunjuk teknis dan juga gambar.

Jawoto juga menyebut jika pada pembangunan lima unit gedung sekolah tersebut tidak mungkin dibangun dengan anggaran hanya Rp 500 juta, tentunya lebih dari itu.

Atas keterangan Jowoto tersebut, JPU Yuli Herawaty ditemui RB usai sidang mengatakan pihaknya sempat mempertanyakan dasar ahli tersebut menyebut jika pembangunan sudah sesuai RAB. “Tadi ahli yang dihadirkan itu mengatakan jika pembangunan SMKIT pada dasarnya sudah dilaksanakan semuanya sesuai dengan RAB dan gambar. Namun ketika JPU bertanya, dasarnya pemeriksaan ahli yang kemarin itu, supaya bisa dikonfrontir, ternyata tidak mengacu seperti itu. Kemudian pemeriksaan itu dilakukan pada April 2019. Sehingga kemungkinan yang tidak sesuai dengan pemeriksaan seperti yang dilakukan ahli pada 2018 yang dihadirkan JPU,” kata Yuli.

Lebih lanjut dikatakan Yuli, jika pada persidangan sebelumnya terdakwa mengakui pembangunan SMKIT sesuai dengan laporan dan juga sudah sesuai dengan anggaran yang dibutuhkan 2,6 miliar. Akan tetapi, pada fakta persidangannya ada ada mark up, ada kwitansi yang tidak sesuai dan kita juga menganggap tidak ada transparansi dalam laporan keuangan tersebut. “Setelah dilakukan audit perhitungan kerugian negara bersama dengan BPKP didapati adanya kerugian negara,’ jelasnya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Sopian Siregar, SH mempersilakan JPU tetap mempertahankan dakwaannya. Namun menurutnya, bahwa dalam satu pekerjaan teknis, maka hal itu juga harus mendasar.

“Satu hal bahwa ini adalah pekerjaan teknis. Pekerjaan teknis itu harus berdasar. Di persidangan tadi ahli yang kami hadirkan mengatakan bahwa tidak akan mungkin terbangun, lima unit dengan dana Rp 500 juta sekian. Dalam bahasa teknis ada standar minimal dan standar maksimal. Dari situ sudah kelihatan,” tandas Sopian Siregar.

Untuk diketahui, pada perkara SMKIT yang diusut Polres Bengkulu ini menetapkan Edi Panca sebagai pihak yang bertanggungjawab atas dugaan penyelewengan anggaran  pembangunan SMKIT Arsitek berbasis Entrepreneur. Dimana dari hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih dari total anggaran Rp 2,622 miliar lebih yang bersumber dari APBN RI tahun 2016 Kemendikbud RI. Pekerjaan pembangunan sekolah dilakukan secara swakelola.(zie)

Berita Lainnya

Minggu Ini Kejari Bengkulu Ekspose Internal Pengusutan Alun-alun Taman Berendo

BENGKULU– Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu segera lakukan ekspose internal pengusutan dugaan gratifikasi proyek Alun-alun Berendo …