Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 17 Wajah Baru Duduk di DPRD Kepahiang

17 Wajah Baru Duduk di DPRD Kepahiang

PLENO: Komisioner KPU Kepahiang memimpin jalannya pleno penetapan hasil Pemilu 2019 di Hotel Puncak, Rabu (3/7). (foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Sepertinya untuk periode 2019-2024 mendatang kursi DPRD Kabupaten Kepahiang akan benyak perubahan, yakni akan didominasi oleh politisi wajah baru di kursi legislatif tersebut. Hal ini tampak dari hasil pemungutan suara 17 April lalu, yang dihimpun RB berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kepahiang beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kepahiang, diketahui DPRD Kabupaten Kepahiang ke depannya akan diisi oleh wajah-wajah baru. Dari 25 kursi anggota dewan Kabupaten Kepahiang periode mendatang, hanya 8 kursi yang masih diduduki oleh incumbent.

Adapun incumbent yang diprediksi masih akan menduduki kursi dewan yakni Hariyanto (PKB), Riswanto (Hanura), Hamdan Syanusi (Gerindra), Syaparudin (Nasdem), Eko Guntoro (Gerindra), Abdul Haris (Demokrat), Andrian Defandra (Golkar), dan Wansyah (Hanura).

Sementara untuk 17 kursi dewan lainnya, akan diisi oleh wajah baru dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan komisioner KPU, mantan Ketua MUI, pengusaha, tokoh pemuda, hingga petani. Dengan berbagai latar belakang yang dimiliki oleh wakil rakyat Kabupaten Kepahiang ini, maka cukup menarik melihat seperti apa peningkatan kinerja DPRD Kabupaten Kepahiang ke depannya dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kendati mayoritas didominasi wajah baru, namun sepertinya periode DPRD Kabupaten Kepahiang kali ini kurang memberikan keuntungan untuk peran politisi perempuan. Terbukti dari 25 dewan yang diprediksi bakal duduk untuk periode kedepan, hanya 3 kursi yang akan diduki oleh perempuan, yakni Nyimas Tika Herawati (PDIP), Dewi Pratiwi (PKB), dan Mariyatun (Nasdem).

Jumlah tersebut tentunya belum memenuhi kebutuhan 30 persen keterwakilan perempuan di kursi dewan, yang seharusnya ada 8 kursi untuk perempuan di kursi legislatif Kabupaten Kepahiang. Selain itu perolehan kursi perempuan periode ini juga menurun dibandingkan periode sebelumnya. Keterwakilan perempuan di DPRD Kepahiang ada sebanyak 5 kursi.

Pengamat Politik Universitas Bengkulu (Unib), Mirza Yasben, SC, M.Soc mengungkapkan, akan sangat menarik nantinya melihat kinerja dari DPRD Kabupaten Kepahiang dengan multi background yang dimiliki oleh para legislatornya. Menurutnya latar belakang yang berbeda dari para dewan tersebut akan menjadi sangat baik dalam menentukan langkah dan kinerja DPRD Kepahiang. Pasalnya akan banyak perspektif berdasarkan background masing-masing dewan dalam menjalankan komitmennya.

“Justru sangat bagus kalau jajaran dewan berasal dari berbagai latar belakang dan pemikiran. Hal ini tentunya akan banya referensi dari perspektif masing-masing dewan dalam menjalankan kinerjanya, khususnya terkait quo vadis Kabupaten Kepahiang,” terang Mirza, Rabu (3/7).

Sementara itu, pleno Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih DPRD Kabupaten Kepahiang oleh KPU Kepahiang, Rabu (3/7) terpaksa ditunda. Hal ini sesuai dengan instruksi KPU RI melalui KPU Provinsi Bengkulu, untuk penetapan akan dilakukan hari ini (4/7) dan akan kembali mengundang perwakilan partai politik.

“Hari ini (kemarin, red) baru pembacaan rekap perolehan suara Parpol per Dapil dan pembacaan nama calon terpilih saja. Untuk penetapan akan kita lakukan esok hari (hari ini, red). Ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Kepahiang, bahkan hampir seluruhnya pun terjadi penundaan,” ujar Ketua KPU Kepahiang, Mirzan Pranoto Hidayat, S.Sos. (sly)

Berita Lainnya

Prioritaskan Infrastruktur

KEPAHIANG – Program perencanaan pembangunan untuk tahun 2020 saat ini masih disusun. Dari puluhan program ...

error: Content is protected !!