Jumat , 28 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Antrean Solar Makin Menjadi

Antrean Solar Makin Menjadi

ANTREAN: Tampak antrean truk untuk mendapatkan BBM di Arga Makmur makin mengular, bahkan panjang antrean bisa mencapai 1 kilometer.(foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Permasalahan minimnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan banyaknya kebutuhan masyarakat hingga menyebabkan antrean mengular, sepertinya tak kunjung tuntas. Belakangan ini, antrean kendaraan di dua SPBU di Arga Makmur bisa mencapai 1 Km.

Antrean didominasi oleh truk-truk angkutan pertambangan dan angkutan kelapa sawit maupun karet milik masyarakat. Disinyalir antrean panjang ini lantaran saat ini proyek-proyek fisik dari pemerintah serentak mulai berjalan. Sehingga angkutan truk masyarakat serentak beraktivitas yang menyebabkan butuh lebih banyak BBM jenis solar.

Sukirno salah satu sopir truk milik pertambangan batu bara di Arga Makmur mengaku sudah mendengar jika truk milik pertambangan dilarang menggunakan BBM subsidi atau Bio Solar. Namun mereka tak ada pilihan lantaran tidak adanya BBM non subsidi baik itu Dexlite maupun Pertamina Dex.

“Yang ada di SPBU Lais, jaraknya lebih 7 Km. Tentunya tidak mungkin kami mengisi BBM di sana. Di Arga Makmur hanya ada Bio Solar, jadi mau tidak mau mengisi ini karena kebutuhan kami bekerja,” katanya, Minggu  (7/7).

Sementara Sales Executive Retail (SR) Pertamina Bengkulu, Riza menuturkan, jika antrean yang terjadi bukan karena banyaknya permintaan lantaran banyaknya aktivitas yang membutuhkan kendaraan angkutan berbahan bakar solar. Hal ini juga disebabkan adanya pengurangan pasokan BBM untuk Provinsi Bengkulu dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

“Karena banyaknya permintaan dan adanya pengurangan, makanya terjadi antrean. Namun tidak terlalu panjang,” ujar Riza.

Meski tak terlalu mengingat jumlah pengurangannya, ia menuturkan jika dampak pengurangan ini terjadi di seluruh kabupaten. Pertamina juga sudah menyampaikan hal ini pada pengusaha SPBU agar bisa memberikan penjelasan pada konsumen.

“Saya sudah sampaikan ke SPBU, karena kita hanya menerima sesuai dengan pasokan yang ditetapkan oleh BPH Migas,” pungkas Riza. (qia)

Berita Lainnya

Minim Laporan CSR Bappeda Datangi Perusahaan

ARGA MAKMUR – Hingga kini belum ada perusahaan yang menyampaikan program pembangunan yang akan dilakukan …