Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Metropolis / Bahas Usulan Gaji Honorer

Bahas Usulan Gaji Honorer

Suimi Fales

BENGKULU– Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan menaikkan honor bagi Ketua RT/RW se Kota dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta, termasuk rencana kenaikan gaji pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer dari Rp 1,5 juta sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 2,1 juta, hingga kemarin, terus mendapat dukungan kalangan DPRD kota.

Disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota, Suimi Fales, SH, MH, bahwa bila pemerintah kota serius akan menaikkan gaji sejumlah Ketua RT/RW dan tenaga honorer. Ada baiknya pemkot segera menyampaikan usulan tersebut, untuk dibahas bersama. “Kita prinsipnya setuju saja bila honor mereka itu dinaikan dan kita akan siap bahas bila itu benar-benar diusulkan. Sebab seperti kenaikan gaji ketua RT/RW tersebut sudah dibahas sejak lama. Mengingat kerja ketua RT/RW dinilai cukup berat sebagai ujung tombak pemerintah,” terang Suimi.

Menurut Suimi, dengan melihat kondisi saat ini sudah selayaknya honor ketua RT/RW  dan gaji tenaga honorer tersebut naik.  Sebab dari tahun lalu memang sudah dibahas masalah kenaikan honor ini layak naik. “Yang jelas semampunya kita akan terus dorong agar honor mereka tersebut bisa naik. Mengingat saat ini harga kebutuhan pokok sudah sangat mahal, tentu berpengaruh dengan pendapatan mereka,” tuturnya.

Selain itu sambung Suimi, Honor ketua RT/RW saat ini dirasakan belum mencukupi untuk membiayai operasional tugas RT/RW di lapangan. Pihaknya melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota akan melihat kondisi keuangan APBD Kota dengan membahas bersama. “Ya nanti kita lihat dulu situasi kondisi dulu. Apalagi ada ribuan RT/RW se-kota ini. Artinya membutuhkan anggaran yang lumayan besar. Tentu tim Banggar dan tim anggaran pemerintah nantinya ada hitung-hitungan dan kajian yang pas,” tambahnya.

Senada disampaikan Anggota DPRD kota lainnya,  Heri Ifzan mengatakan, kinerja Ketua RT dan termasuk tenaga honorer saat ini bebannya cukup banyak. Seperti kerja Ketua RT, setiap pengurusan administrasi seperti pembuatan KTP, SIM atau akta kelurahan pasti melalui ketua RT/RW dulu. Karena mereka kan mengeluarkan kerta blanko dan kebutuhan alat tulis juga.

“Jadi kita juga dukung jika gaji Ketua RT/RW ataupun tenaga honorer pemkot itu naik dengan pendapatan yang layak. Apalagi setiap tahunnya UMP juga terus naik. Maka hal ini juga harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Heri.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Ir. Arif Gunadi, bahwa usulan kenaikan gaji Ketua RT/RW ataupun tenaga honorer tersebut sampai saat ini masih dikaji. “Yang jelas kita akan mengkaji bersama terkait kebutuhan anggarannya nanti berapa. Termasuk kita akan bahas bersama dulu mengenai program kedepan kita yang menjadi skala prioritas,” singkatnya.(new)

Berita Lainnya

Giliran Mantan Kadis dan Kabid PUPR Buka Suara Soal Tudingan Peras Kontraktor Taman Berendo

BENGKULU –  Adanya surat laporan kontraktor proyek pembangunan Taman Berendo yang bergulir ke Kejaksaaan Agung ...

error: Content is protected !!