Senin , 16 Desember 2019
Home / Metropolis / Harga Cabai Terus Meroket

Harga Cabai Terus Meroket

MELAMBUNG: Harga cabai kembali naik. Kondisi ini terjadi semenjak seminggu sebelum lebaran Idul Fitri Juni lalu.(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Sudah sebulan ini, harga cabai di pasar tradisional tak kunjung turun. Bahkan sudah tiga hari ini harganya semakin “pedas”. Saat ini harga cabai merah berada diangka Rp 80.000/kg. Sementara untuk cabai hijau berkisar di angka Rp 45.000/kg. Hal serupa juga terjadi pada cabai rawit (lihat grafis).

Salah satu penyebab melambungnya harga cabai tersebut, karena stok menipis. Kondisi ini juga membuat para pedagang di pasar tradisional mengeluh. Dengan tingginya harga cabai, jumlah pembeli menurun. Bahkan, tak jarang pembeli selalu menawar hingga harga terendah. Salah seorang pedagang cabai Pasar Panorama, Een (43) mengatakan harga cabai saat ini terus mengalami kenaikan yang tak terkendali. Padahal harga stabil cabai itu berada di angka sekitar Rp 30.000.

Kenaikan disebabkan oleh stok cabai yang semakin menipis karena ada beberapa petani yang gagal panen serta belum adanya panen raya di beberapa tempat penghasil cabai. Dengan kejadian harga cabai yang terus melambung membuat pembeli pun menurun. Ia memperkirakan harga cabai akan terus melonjak hingga musim panen raya tiba. Hal itu dikarenakan sangat sulit menemukan stok cabai yang beredar di pasaran saat ini akibat stok yang semakin menipis.

“Pembeli menurun, bahkan yang biasanya beli banyak sekarang hanya beli secukupnya saja,jangankan pembeli, kami sebagai pedagang juga merasakan kenaikan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadian, SE, M.Si mengatakan kenaikan harga cabai terjadi karena akibat belum adanya musim panen raya. Sehingga stok cabai berkurang bahkan tidak ada penumpukan stok cabai di pasaran. pihaknya terus melakukan pemantauan dipasar untuk mengatasi gejala stabilitas harga sembako.

Namun isu ini bukan hanya dari daerah tetapi juga menjadi nasional. Ia juga mengatakan, kenaikan harga cabai ini tidak akan terjadi terlalu lama dikarenakan dari informasi akan ada panen raya. panen raya diperkirakan  akan berlangsung pada awal Agustus mendatang.

“Memang belum masuk panen raya sehingga stok mungkin berkurang, tapi menurut informasi sebentar lagi akan normal kembali karena akan ada panen raya,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Jamkesda Hanya Sanggup Akomodir 23 Ribu Warga

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar ...

error: Content is protected !!