Senin , 9 Desember 2019
Home / Metropolis / Keruk Lagi, Dangkal Lagi

Keruk Lagi, Dangkal Lagi

KERUK LAGI: Alur dermaga Pelabuhan Pulau Baai kembali dangkal dan harus dilakukan pengerukan, agar bisa dilewati kapal besar. Kondisi ini terus terjadi berulang setiap tahun.(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Kondisi pendangkalan alur dermaga Pelabuhan Pulau Baai kembali terjadi. Saat ini alur di pelabuhan hanya sedalam 6,2 MLWS. Hal itu membuat kapal-kapal besar yang membawa kargo sebanyak 30 ribu ton lebih kesulitan untuk bersandar di pelabuhan tersebut.

Oleh karena itu,  PT Pelindo II Bengkulu pada bulan ini akan mendatangkan kapal keruk TSHD HAM 311 dari Dubai. Nantinya kapal keruk tersebut akan melakukan pengerukan alur selama 1 bulan. Untuk diketahui, bukan tahun ini saja PT Pelindo II Bengkulu melakukan pengerukan alur pelabuhan. Namun beberapa tahun sebelumnya juga sering dilakukan. Hingga saat ini belum ditemukan solusi jitu untuk mencegah terjadinya pendangkalan alur setiap tahun itu.

GM PT Pelindo II Bengkulu, Nurkholis Lukman melalui Deputi GM Operasi dan Teknik, Edi Junaedi menjelaskan kapal keruk dari Dubai tersebut akan melakukan pengerukan di alur Pelabuhan Pulau Baai. Meski begitu, pihaknya masih menunggu turunnya dokumen izin pengelolaaan kapal (IPKA) dari Kementerian Perhubungan. Estimasi kedatangan kapal keruk tersebut diperkirakan sekitar 2 minggu sejak keberangkatannya. Nantinya kapal keruk tersebut akan melakukan pengerukan alur  selama 1 bulan dengan target mencapai 500-600 ribu m3.

Dengan adanya pengerukan alur tersebut dapat menjamin kedalaman alur supaya bisa melayani kapal-kapal berukuran besar. “Masih menunggu dokumen IPKA, nantinya kapal itu akan melakukan pengerukan supaya alur dapat lebih dalam dan bisa membuat kapal besar bersandar di pelabuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, agar kapal berukuran besar bisa melewati alur di Pelabuhan Pulau Baai, dibutuhkan minimal kedalaman 9 MLWS yang mana saat ini kedalaman alur hanya sekitar 6.5 MLWS. Hal itu membuat beberapa kapal besar sulit bersandar di Pelabuhan Pulau Baai. Ia berharap proses tersebut dapat segera terlaksana sehingga perkembangan pelabuhan dapat lebih cepat.

Tidak hanya itu, jika pengerukan alur tidak segera dilakukan maka akan menghambat berbagai aktivitas kegiatan yang bernilai ekonomi. Hal tersebut akan membuat perekonomian di daerah menjadi lambat bergerak. Itu dikarenakan jika tidak segera tentunya juga menghambat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai apalagi beberapa barang kebutuhan pokok juga banyak yang melalui pelabuhan ini.

“Kami berharap secepatnya dilakukan pengerukan, dengan begitu pelabuhan ini akan banyak disinggahi kapal-kapal besar,” imbuh Edi. (cup)

Berita Lainnya

Perda Penyelenggaraan Parkir Minim Sosialisasi

BENGKULU – Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Parkir yang telah disahkan oleh DPRD Kota Bengkulu beberapa ...

error: Content is protected !!