Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pemkab Ajak Investor Kelola PDAM

Pemkab Ajak Investor Kelola PDAM

Hidayattullah Sjahid

KEPAHIANG – Usulan DPRD Kabupaten Kepahiang agar menyerahkan pengelolaan PDAM Tirta Alami Kabupaten Kepahiang kepada pihak ketiga, disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Bahkan dalam waktu dekat ini Pemkab Kepahiang berencana akan mengundang beberapa investor untuk melihat kondisi PDAM Tirta Alami Kepahiang, yang kemudian diharapkan bisa mengambil alih pengelolaan di tubuh badan usaha milik daerah tersebut.

Menurut Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM. IPU banyaknya persoalan yang tak kunjung tuntas di PDAM tersebut membuat Pemkab Kepahiang merasa tak ada pilihan lain, untuk tidak segera melakukan perombakan manajemen dan pengelolaan. Bahkan belajar dari beberapa daerah yang ada, Bupati menegaskan tidak menutup kemungkinan PDAM akan diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga, atau kata lain diswastanisasi.

“Kalau diibaratkan orang sakit, kondisi sakit PDAM ini sudah masuk kategori stadium 4 sehingga memang harus segera dilakukan operasi, dalam artian perombakan total manajemen dan pengelolaan. Dengan diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga, peluang PDAM akan sembuh dan memberikan kontribusi untuk daerah, akan sangat besar,” terang Bupati.

Ia menambahkan jika nantinya PDAM tersebut akan dikelola oleh pihak ketiga atau investor, maka tak menuntut kemungkinan akan dilakukan audit terlebih dahulu. “Sebelum diganti direktur sudah diaudit, jika nantinya dari pihak investor akan mengaudit juga tak masalah, baik kaitan Sumber daya manusianya, kemudian sumber airnya, jumlah pelanggan, aset dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dibagian lain, Bupati menambahkan, dalam pengelolaan yang akan diserahkan kepada pihak ketiga nantinya, Pemkab untuk tahapan awal tidak akan mementingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terlebih dahulu. “Kalau saat ini belum penting ke PAD. Yang penting air mengalir, lancar, dan tak ada keluhan lagi. Selain itu karyawannya tidak ada lagi yang mengeluh karena berbulan-bulan gajinya tak dibayarkan,” ujar Bupati.

Disisi lain, banyaknya kendala yang dialami PDAM Tirta Alami Kepahiang dalam pelayanan kepada masyarakat, membuat DPRD Kabupaten Kepahiang bertanya-tanya, kemana anggaran pemeliharaan yang ada di PDAM Tirta Alami Kepahiang. Bahkan DPRD Kabupaten Kepahiang menyarankan kepada Pemkab Kepahiang untuk segera melakukan audit keuangan PDAM Tirta Kepahiang.

“Idealnya PDAM kita itu harusnya tidak ada persoalan, misalnya jika ada kendala kebocoran pipa, harusnya kan ada dana pemeliharaan. Didampingi itu apapun kendala tidak bisa dibiarkan saja, misalnya tidak dapat air harus menunggu air hujan. Kan lucu kebijakan seperti itu, kemana dana pemiliharaan yang ada selama ini” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Edwar Samsi, S.IP.

Ditegaskan Edwar, seyogyanya PDAM harus sudah memiliki antisipasi seperti kemungkinan kekurangan air di musim kemarau, dengan sistem suplai bergantian. Disamping itu juga, menurutnya PDAM harus diaudit agar bisa mengetahui seperti apa persoalan yang sebenarnya.

“Kalau terus-terusan seperti ini, maka akan terus bermasalah PDAM ini. Dulu saja sebelum ada penyertaan modal, PDAM tak pernah ada masalah. Masa setelah ada penyertaan modal hingga puluhan miliar, selalu mendapatkan masalah. Berarti ada yang salah dengan PDAM kita ini,” pungkasnya. (sly)

Berita Lainnya

Soal RS Jalur Dua, Dewan Bersuara

KEPAHIANG – Pemkab Rejang Lebong (RL) kembali membangun RS Jalur Dua di Desa Durian Depun ...

error: Content is protected !!