Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Sapi Mati Dapat Asuransi Rp 10 juta

Sapi Mati Dapat Asuransi Rp 10 juta

BENGKULU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu kembali meluncurkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) untuk kelompok peternak. Asuransi tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Nantinya Sebanyak 1.000 sapi akan diberikan asuransi bantuan premi. Itu merupakan salah satu upaya untuk membantu para peternak yang merugi akibat sapi yang mati maupun hilang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Drh Majestika MS menerangkan 1 ribu ekor sapi bantuan asuransi premi tersebut merupakan khusus sapi betina. Dari jumlah itu akan diprioritaskan pada sapi subsidi pemerintah, tetapi jika ada yang ingin ikut AUTS perseorangan hal tersebut akan didaftarkan.

Peternak yang ingin mendapatkan bantuan asuransi ini, bisa mengajukan permohonan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu dengan membawa KTP. Sembari Pemprov Bengkulu akan mengusulkan agar bisa mendapat lebih banyak asuransi sapi.

Beberapa syarat yang mendapatkan asuransi itu dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) adalah sapi yang mati karena sakit setelah diperiksa dokter, mendapatkan klaim sebesar Rp 10 juta per ekor. Dan sapi yang hilang mendapatkan klaim 70 persen dari nominal Rp 10 juta. Akan tetapi, untuk sapi yang hilang harus disertai dengan laporan kehilangan dari polisi.

“Seribu sapi akan dapat bantuan, kita prioritaskan sapi betina dan sapi subsidi pemerintah, nantinya jika sapi tersebut mati dapat Rp 10 juta sebagai asuransinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan bantuan program AUTS untuk 1.000 ekor sapi itu peternak tidak akan merugi jika terjadi hal yang tidak diinginkan dengan sapi miliknya. Tak hanya itu, biayanya juga sangat murah yakni Rp 40 pertahunnya sudah mendapatkan asuransi. Seharusnya peternak membayar premi sebesar Rp 200 ribu per ekor setiap tahun, namun melalui program AUTS ini pemerintah pusat sudah membayarkan sebesar Rp 160 ribu sehingga peternak cukup membayar Rp 40 ribu.

Agar target asuransi yang diperuntukkan sapi sebanyak 1.000 ekor tercapai, pihaknya bersama dengan seluruh instansi akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya peternak. Sebab untuk asuransi sapi perseorangan peminatnya sedikit, alasannya karena mengurus persyaratannya dianggap terlalu ribet .

Dimana pada tahun 2018 lalu ada 1.199 ekor sapi yang ikut asuransi ternak ini dan pada 2019 baru sekitar 317 ekor sapi saja. “Dengan asuransi tentunya dapat membantu peternak jika terjadi hal yang tidak diinginkan dengan ternaknya, selain itu biayanya juga murah yakni Rp 40 ribu saja pertahunnya,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Buruh Abadi Makmur Tuntut Gaji UMP

BENGKULU – Sebanyak 50 buruh CV. Abadi Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang impor kayu ...

error: Content is protected !!