Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Tantang Duel Warga Satu Desa

Tantang Duel Warga Satu Desa

DIAMANKAN: Pria ini diamankan aparat Polsek Kabawetan lantaran berbuat onar di desa sembari membawa senjata tajam.(foto: ARIE/RB)

KEPAHIANG – Warga Desa Suka Sari Kecamatan Kepahiang, pada Sabtu (6/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB dihebohkan dengan, kemunculan seorang pria yang mengamuk dan menantang seluruh warga desa untuk berduel. Pria tersebut adalah MA (28) yang juga merupakan warga Desa Suka Sari. Alhasil aparat kepolisian dari Polsek Kabawetan terpaksa mengamankan pria tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Data terhimpun, pelaku tiba-tiba berteriak di tengah desa sembari mengatakan “Enggak ada masyarakat Desa Suka Sari yang berani keluar dan tidak ada yang berani melawan saya? Ayo malam ini malam pertumpahan darah, jangan bersandiwara dan jangan jadi pengecut,” teriak pelaku sambil membawa sebilah parang dan pisau.

Pelaku kemudian berjalan ke rumah-rumah warga, dan pelaku juga mendobrak serta mengetuk pintu rumah warga sekitar sembari kemudian berteriak menantang warga agar keluar dari rumah. Sontak saja hal ini membuat warga sekitar menjadi khawatir dan resah. Kemudian oleh warga pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Kabawetan.

Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kapolsek Kabawetan Ipda Firman Syahputra ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun menurutnya belum diketahui apa penyebab sehingga MA tiba-tiba mengamuk di desa dan menantang seluruh warga untuk berduel.

“Mendapatkan laporan dari warga, anggota kita pun langsung meluncur ke lokasi. Di lokasi kemudian kita mengamankan satu orang pria bersama barang bukti 1 karung lem aibon dan 1 bilah senjata tajam jenis parang. Setelah itu kita kemudian mengumpulkan perangkat desa dan memanggil pihak keluarga pria yang mengamuk tersebut,” terang Firman.

Lebih lanjut Firman mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku MA dan keterangan dari pihak keluarga, diketahui bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan. Untuk itu pihak kepolisian menyarankan kepada keluarga pelaku untuk segera membawa pelaku melakukan pemeriksaan terkait kejiwaan pelaku.

“Kita lakukan mediasi antara pihak keluarga pelaku dan masyarakat desa yang diwakili oleh perangkat desa. Kita juga menyarankan kepada pihak keluarga pelaku, agar segera melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku secepat mungkin. Hal ini agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” demikian Firman. (sly)

Berita Lainnya

Pelantikan Dewan Baru Kepahiang Diwarnai Insiden Mati Lampu

KEPAHIANG – Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Periode 2019-2024 digelar Sabtu (23/8) ...

error: Content is protected !!