Senin , 16 September 2019
Home / Breaking News / Ekspor CPO Bengkulu Capai 984.340 MT

Ekspor CPO Bengkulu Capai 984.340 MT

CPO: Bengkulu merupakan salah satu penghasil CPO. Ini lah salah satu pabrik CPO yang berada di Kabupaten Mukomuko. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Provinsi Bengkulu memiliki potensi bumi yang melimpah, bukan hanya pertambangan, sektor perkebunan juga menjadi unggulan. Ketua Gabungan Pengusaha Kelompok Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Bengkulu, Jhon Irwansyah Siregar mengatakan tahun 2018 lalu produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang di ekspor dari Bengkulu mencapai 984.340 Metrik Ton (MT). Sehingga diperlukan rencana pembangunan Terminal Curah Cair. Untuk mewujudkan itu, GAPKI Cabang Bengkulu dan PT Pelabuhan Tanjung Priok menandatangani Head of Agreement dalam mendukung kelanjutan rencana pembangunan Terminal Curah Cair (TCC) yang terintegrasi di Pulau Baai. GAPKI Bengkulu juga siap membantu pemerintah mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai.

“Kami siap membantu mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus, Kalau Bengkulu sudah ada TCC, maka nanti distribusi CPO baik lokal maupun ekspor cukup melalui Bengkulu saja sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Industri sawit diharapkan dapat terus berkembang. Solusi untuk berkembangnya industri sawit adalah saling bekerja sama dari semua pihak dalam menata kembali dan meremajakan kembali perkebunan rakyat sehingga produksi TBS semakin baik dan meningkat. Menurut data terakhir luas kebun sawit di Provinsi Bengkulu adalah seluas 379.084 hektare yang terdiri dari perkebunan sawit rakyat seluas 248.817 hektare, perkebunan besar milik negara seluas 3635 hektare serta perkebunan besar swasta seluas 126.632 hektare.

Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA meminta GAPKI tidak hanya memproduksi CPO, tetapi mencoba inovasi lain. Tak hanya itu saja, Dinas terkait juga harus membantu memfasilitasi perkebunan rakyat untuk kerja sama dengan pelaku usaha perusahaan sawit yang ada di Bengkulu. “Sehingga nantinya pelaku usaha sawit di Provinsi Bengkulu dapat ikut bergabung ke sana,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Pusat, Joko Supriono mengatakan GAPKI Cabang Bengkulu merupakan cabang ke 11 yang dibentuk dan memiliki 14 perusahaan yang tergabung di dalamnya. Dengan jumlah areal perkebunan kepala sawit anggota GAPKI cabang Bengkulu sendiri seluas 94.894,97 hektare atau sekitar 25 persen dari total luas areal perkebunan sawit se Provinsi Bengkulu. “Sawit menjadi salah satu potensi yang menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi. Saat ini industri sawit sedang mendapat tantangan dari rencana regulasi pelarangan sawit di negara Eropa. Jika regulasi ini benar-benar diterapkan, maka akan cukup mempengaruhi industri kelapa sawit di Indonesia,” ujarnya.(red/diskominfo)

Berita Lainnya

Helmi Berpasangan dengan Hijazi di Pilgub, Tergantung Takdir Allah

CURUP- Sabtu  (14/9), Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, berkunjung ke Kabupaten Rejang Lebong. Kunjungan tersebut ...

error: Content is protected !!