Selasa , 19 November 2019
Home / Daerah / Curup Pos / JPU Minta Terdakwa Dihukum Mati

JPU Minta Terdakwa Dihukum Mati

TERTUNDUK : Terdakwa kasus pembunuhan Jamhari alias Ari terlihat menundukan kepala saat Kasi Pidum Kejari RL Eriyanto, SH membacakan tuntutan mereka. Terdakwa Jamhari alias Ari dituntut hukuman mati oleh JPU.(foto: Wanda/rb)

CURUP – Sidang lanjutan kasus pembunuhan dengan terdakwa Jamhari Muslim alias Ari (34), kemarin kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Curup. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Syarip, SH, MH dan didampingi hakim anggota Riswan Herafiansyah, SH, MH dan Hendri Sumardi, SH, MH dimulai pukul 10.30 WIB kemarin dengan agenda pembacaan surat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rejang Lebong (RL).

Terdakwa Ari sendiri diketahui merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap Hasnatul Laili alias Lili (35) dan dua anaknya Melan Miranda (16) serta Chyka Ramadani (10)yang terjadi 12 Januari 2019 lalu. Ari juga sekaligus diketahui merupakan mantan suami dari korban Hasnatul Laili alias Lili. Saat sidang, terdakwa Ari didampingi Redo Exsan, SH yang merupakan advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bhakti Alumni UNIB.

Dalam sidang tersebut, JPU yang dikomandoi langsung Kasi Pidum Kejari RL Eriyanto, SH. Surat tuntutan yang dibacakan JPU sebanyak 98 lembar yang pada kesimpulannya, JPU menuntut terdakwa Jamhari alias Ari dihukum dengan hukuman mati. ‘’Kita minta kepada majelis hakim agar terdakwa Jamhari alias Ari diberikan hukuman mati,’’ kata Eriyanto dalam sidang kemarin.

Menurut JPU, terdakwa Ari terbukti bersalah berdasarkan hasil dan fakta persidangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Yaitu dengan sengaja melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati. Dan korban sampai tiga orang, dua diantaranya adalah anak-anak.

‘’Jadi menurut kami, terdakwa terbukti secara sah berdasarkan fak persidangan, melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati. Maka dari itu sekali lagi kami meminta agar hakim memberikan putusan hukuman mati kepada terdakwa,’’ ucap Eriyanto meyakinkan hakim.

Setelah JPU membacakan surat tuntutan, hakim langsung menyakan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya soal pleidoi. Penasehat hukum menjawab dengan mengatakan meminta waktu untuk melakukan penyusunan nota pembelaan/pleidooi. ‘’Untuk kepentingan nota pembelaan atau pleidooi dari terdakwa, maka sidang ditunda selama 1 minggu ata dilanjutkan Senin 15 Juli 2019 mendatang dengan agenda pembacaan nota pembelaan dari terdakwa,’’ tutup Syarip selaku ketua majelis hakim.(dtk)

Berita Lainnya

60 Tim Basket Ikut Berlaga, Perbasi Cup II Kabupaten Rejang Lebong

CURUP – Secara resmi, kemarin kegiatan tournamen Bola Basket Perbasi Cup II Kabuoaten Rejang Lebong ...

error: Content is protected !!