Senin , 16 September 2019
Home / Breaking News / Tol Gerbang Ekonomi Bengkulu

Tol Gerbang Ekonomi Bengkulu

BENGKULU – Pelaksanaan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau trase pertama tak lama lagi akan dimulai. Bila tak ada halangan pada proses pembebasan lahan oleh BPN, PT Hutama Karya (HK) menargetkan Agustus sudah dilakukan pembangunan fisik.

Seperti disampaikan Manager Proyek Divisi Tol PT HK Hasan Turcahyo, pembangunan fisik jalan tol masih menunggu Penetapan Lokasi (Penlok) ditandatangani dan pembebasan lahan selesai dilakukan BPN. Sesuai aturan, paling cepat 14 hari pembayaran lahan milik warga bisa diselesaikan dan maksimal 40 hari. Dengan kata lain, diperkirakan Agustus pihaknya sudah bisa memulai pembanguan fisik tahap pertama. “Iya Agustus itu target kita sudah mulai pembangunan fisik,” ujar Hasan.

Untuk pekerjaan fisik tahap pertama ini, dari Betungan Kota Betungan ke Taba Penanjung dengan jarak 17,6 kilometer. Menurut Hasan, pihaknya optimis dalam 6 bulan pembangunan jalan tol trase pertama selesai dilaksanakan. “Jalannya nanti sangat lebar. Enam bulan kedepan itu bisa diselesaikan untuk tahap pertama ini,” beber Hasan.

Setelah pembangunan tahap pertama selesai dilakukan, maka akan dilanjutkan pembangunan tahap 2 Taba Penanjung ke Kepahiang dengan jarak sekitar 23,7 kilometer. Dalam pembangunan tahap kedua nanti, dalam perencanaan akan ada pembangunan terowongan menembus bukit barisan. Kemudian dilanjutkan dengan trase ketiga Kepahiang-Lubuklinggau dengan panjang jalan 54,4 kilometer. Jalan bebas hambatan ini diyakini dapat mendongkrak ekonomi Bengkulu.

“Bertahap kita selesaikan. Tentunya semua melalui proses, mulai dari persiapan lahan, pembebasan lahan kemudian baru fisik yang diberi tanggungjawab kepada PT HK,” sambung Hasan.

Ditambahkan Asisten I Setdaprov Bengkulu Hamka Sabri, minggu depan diperkirakan SK Penlok untuk pembangunan jalan tol trase pertama ini dikeluarkan oleh gubernur. Baik perusahaan, maupun Warga Terdampak Pembangunan (WTP) sudah sepakat untuk menyerahkan lahan miliknya guna pembangunan jalan tol ini. Selanjutnya SK Penlok akan diserahkan kembali kepada pihak pengguna dalam hal ini Kementerian PUPR. Lalu dari kementerian menyerahkan kepada tim pelaksanaan pembebasan lahan dikoordinir Kanwil BPN Provinsi Bengkulu.

“Anggaran untuk pembebasan lahan sudah disiapkan dari kementerian, tinggal eksekusi oleh BPN. Selesai proses ganti untung oleh BPN dan tim, dilanjutkan dengan pembangunan fisik jalan tol. Insya Allah mudah-mudahan Agustus fisik sudah dimulai,” demikian Hamka.

Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA,  mengatakan, tol ini akan menjadi konektivitas trans Sumatera. Menjadi gerbang kemajuan Bengkulu.

“Inftastruktur strategis ini akan terhubung dengan Pelabuhan Pulau Baai yang proyeksinya akan dijadikan Integrated port dengan kawasan ekonomi khusus,” kata Rohidin.

Pembangunan jalan Tol Bengkulu Palembang ini terintegrasi dalam tol trans Sumatera. Mulai dari Bengkulu-Lubuklinggau, Muaraenim, hingga tembus ke simpang Indralaya, Sumatera Selatan. Dari Aceh hingga Lampung. Bengkulu-Palembang punya panjang ruas tol secara keseluruhan mencapai 329,3 kilometer. Dengan biaya investasi mencapai Rp 75,61 triliun dan masa konsesi selama 4 tahun.

Pembangunan jalan tol yang melewati dua provinsi  tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni Palembang-Lubuklinggau dan Lubuklinggau Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu kebagian memfasilitasi pembangunan jalan tol yang berada di wilayah administrasinya.

“Kita memfasilitasi untuk pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau,” kata Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Taufik Andun.

Dia menjelaskan, koridor pendukung pembangunan jalan tol ini dibagi atas Palembang-Simpang Indralaya, 22 kilometer, simpang Indralaya-Muaraennim 119 Kolometer, Muaraenim Lubuklinggau sepanjang 114 kilometer. Terakhir Lubuk Linggau-Bengkulu 95,8 kilometer. Taufik Andun mengatakan untuk tahap awal, titik nol pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu ini dimulai dari Kelurahan Betungan. Dimana akan menuju ke Taba Penanjung, Bengkulu Utara. Sepanjang 17 kilometer.

“Pintu masuknya ada di Kelurahan Betungan. Saat ini pato-patok merah lahan masyarakat yang akan terkena pembangunan jalan tol ini sudah kita pasang. Jadi masyarakat tahu kalau tanahnya akan terkena jalan tol,” terangnya.

Ruas Lubuklinggau-Curup-Bengkulu memiliki panjang 95,8 Km dan terdiri dari 3 seksi. Badan usaha jalan tol harus bertanggungjawab untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, pemngoperasian dan pemeliharaan sesuai pada ketentuan dalam perjanjian perundang-undangan.

Selain tanah masyarakat, tanah Pemda Provinsi Bengkulu juga akan terkena dampak pembangunan jalan tol ini, sepanjang 95,8 kilometer ini. Sebagai wujud dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menghibahkan  tanah tersebut. Kemudian tanah masyarakat akan diganti untung. “Itu nanti bagian aset yang akan mengurusi proses hibahnya,” terangnya.

Pembangunan jalan tol di wilayah Provinsi Bengkulu sendiri dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama, sepanjang 17,6 kilometer, dari Kelurahan Betungan ke Taba Penanjung. Kemudian tahap kedua dari Taba Penanjung menuju Kepahiang dengan panjang 23,7 kilometer. Kemudian tahap terakhir dari Kepahiang ke Lubuklinggau sepanjang 54,5 kilometer. Biaya investasi untuk pembangunan tol ini mencapai Rp 33,12 trilun. Di Bengkulu sendiri ada dua simpang susun yakni di Kepahiang dan Taba Penanjung. Dengan tingginya investasi itu maka masa konsesi jalan tol ini selama 40 tahun. “Warga yang tanahnya ada patok merah yang datang, pernah beberapa datang ke saya menanyakan itu. Pada dasarnya warga mendukung pembangunan jalan tol ini,” Taufik.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, pengadaan tanah bagi jalan tol wajib dilaksanakan oleh pemerintah.

Sementara itu KTU Kanwil ATR/BPN Provinsi BengkulU Sri Widodo mengatakan saat ini mereka menunggu peta penetapan lokasi (Penlok) pembangunan jalan tol itu. Saat ini Kantor ATR/BPN Kota Bengkulu dan juga Bengkulu Tengah, tengah penyiapan peta pendaftaran di lokasi yang akan dilalui terase jalan tol itu. “Kita menunggu SK penetapan lokasi dari gubernur terlebih dahulu,” katanya.

Dia menjelaskan dalam pembangunan jalan tol ini BPN terlibat dalam pembebasan lahan. Sebab yang menjadi ketua tim pembebasan lahan nanti adalah BPN. “Nanti akan dipetakan wilayah Kota Bengkulu berapa kilometer yang terpakai untuk pembangunan jalan tol, begitu juga di wilayah Benteng berapa. Setelah SK Penetapan lokasi keluar maka kanwil BPN akan menugaskan kantor BPN kota dan Benteng,” tutupnya.

Pengamat Ekonomi Provinsi Bengkulu Prof. Kamaludin mengatakan pembangunan jalan tol ini akan berdampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Mobilitas orang memasuki Bengkulu akan semakin mudah. Palembang-Bengkulu bakal bisa ditempuh dalam waktu 6 jam saja, dari sebelumnya mencapai 10-12 jam perjalanan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, ada tidak sesuatu yang bisa dijual Provinsi Bengkulu dengan kemudahan akses tersebut. Kalau tidak ada yang dijual, orang juga tidak akan datang ke Bengkulu. “Salah satu yang bisa kita jual itu pariwasata. Sehingga sarana pariwisata harus didukung. Orang datang kalau ada yang menarik di Bengkulu. Ini akan sangat luar biasa, mendukung pemanfaatan akses ini. Ini akan sangat luar biasa dampak ekonominya,” terang Kamaludin.

Selain sektor pariwisata yang akan mendatangkan orang melirik ke Bengkulu adalah keberadaan pelabuhan Pulau Baai. Sebab dengan mudahnya akses menuju ke Bengkulu, provinsi di Sumatera bagian selatan bisa memikirkan ulang pelabuhan yang akan mereka gunakan untuk mengekspor produk hasil alamnya. Jika selama ini mereka menggunakan pelabuhan Lampung, Pelabuhan Teluk Bayur Padang, maka bisa beralih ke Pelabuhan Pulau Baai. Sebab jarak tempuh ke Pelabuhan Pulau Baai lebih dekat dengan pelabuhan lainnya. Tentu saja ini menguntungkan bagi pengusaha dari segi biaya transportasi produknya.

Namun yang menjadi persoalan sanggup atau tidak PT IPC II menyelesaikan masalah alur pelabuhan dengan tingginya tingkat sidimentasai atau pendangkalan. Setiap tahun alur di Pelabuhan Pulau Baai harus dikeruk karena pendangkalan. “Ini menjadi PR bagi Pelindo. Kalau bisa dituntaskan akan lebih efesien bisa jadi orang palembang ekspor dari pelabuhan kita. Kalau jalan tol 6 jam saja Palembang Bengkulu karena ada jalan tol ini,” terangnya.(red/diskominfo)

Berita Lainnya

Mantan Bupati Kepahiang Bando Amin dan Dua WNA Jadi Pemilik Pulau Dua

ENGGANO – Kabar kepemilikan Pulau Dua yang masuk Kecamatan Enggano Bengkulu Utara  oleh satu orang ...

error: Content is protected !!