Selasa , 23 Juli 2019
Home / Daerah / Lebong / Belanja Langsung Naik Rp 14,8 M

Belanja Langsung Naik Rp 14,8 M

PARIPURNA: Ketua DPRD Lebong, Teguh saat memimpin sidang paripurna penyampaian raperda APBDP 2019, Selasa (9/7).(foto: aris/rb)

PELABAI – Anggaran belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong kembali diusulkan naik dalam perumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. Persisnya belanja langsung yang naik menjadi Rp 382,3 miliar dari Rp 367,4 miliar. Artinya naik sebesar Rp 14,8 miliar.

”Kenaikan belanja langsung merupakan pengalihan dari belanja tidak langsung ke belanja langsung,” ujar Sekda Kabupaten Lebong, H. Mustarani, SH, M.Si ketika menyampaikan nota pengantar Raperda APBDP 2019 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lebong, Selasa (9/7).

Disebut pengalihan belanja tidak langsung ke belanja langsung karena dananya diambil dari kelebihan belanja tidak langsung yang belum terpakai. Dimana belanja tidak langsung turun menjadi Rp 358,4 miliar dari semula Rp 377,6 miliar. Artinya terjadi selisih nilai hingga Rp 19,2 miliar.

”Perubahan angka belanja ini dipengaruhi realisasi PAD (pendapatan asli daerah, red) yang tidak mencapai target di awal pendapatan. Termasuk belum seimbangnya pengelolaan pendapatan dan belanja sehingga memicu terjadinya defisit anggaran serta perubahan kebijakan pusat dan provinsi terkait dana tansfer daerah,” terang Mustarani.

Kenaikan belanja itu harus dilakukan seiring akan diluncurkannya sejumlah kegiatan dan program baru. Antara lain pelantikan anggota DPRD Lebong periode 2019-2024, pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) CPNS formasi 2018. Termasuk pelaksanaan kegiatan dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bengkulu, yakni Visit Bengkulu Wonderfull 2020 serta program lainnya dalam mendukung kebijakan nasional.

”Tetapi tidak hanya belanja, Pemkab Lebong juga memproyeksikan pendapatan daerah naik. Bahkan angka kenaikannya diproyeksi mencapai Rp 12 miliar dengan total nilai Rp 746,1 miliar dari semula Rp 734,1 miliar,” tukas Mustarani.

Ditambahkan Mustarani terdapat beberapa program baru yang dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2019. Seperti pelaksanaan pelantikan anggota DPRD Lebong priode 2019-2024, pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 dan pelaksanaan diklat CPNS formasi 2018.

Kemudian pelaksanaan kegiatan dalam mendukung program Pemprov Bengkulu yaitu Wonderfull Bengkulu tahun 2020 serta program lainnya dalam mendukung kebijakan nasional. Atas penyampaian nota pengantar Raperda APBD-P 2019 oleh eksekutif, pukul 10.00 WIB hari ini paripurna dilanjut dengan agenda pandangan umum anggota dewan terhadap nota pengantar Raperda APBDP 2019. Dilanjutkan kembali dengan agenda jawaban eksekutif terhadap pandangan umum anggota dewan atas nota pengantar Raperda APBDP 2019.(sca)

Berita Lainnya

Tak Usul Blacklist, OPD Dievaluasi

PELABAI – Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ...

error: Content is protected !!