Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Dinas PUPR Janji Bersihkan Drainase

Dinas PUPR Janji Bersihkan Drainase

TINJAU: Komisi III DPRD Kepahiang melihat drainase yang tersumbat di wilayah Pasar Pagi Kepahiang.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Menanggapi aksi yang dilakukan puluhan pedagang Pasar Pagi Kepahiang pada Senin (8/7) lalu, Komisi III DPRD Kepahiang langsung turun lapangan. Dewan turun bersama Dinas PUPR dan PDAM Tirta Alami Kepahiang. Keluhan pedagang karena tergenangnya air di jalan utama Pasar Pagi Kepahiang tersebut diduga disebabkan drainase yang rusak dan tersumbat, serta pipa PDAM yang bocor di bawah badan jalan.

“Kita ajak langsung instansi yang terkait untuk melakukan pengecekan lapangan. Bisa dilihat sendiri oleh bapak ibu sekalian saat ini. Dan kita meminta dalam waktu dekat ini mereka segera melakukan langkah untuk mencari solusi atas persoalan ini,” kata Anggota DPRD Kepahang, Eko Guntoro di hadapan para pedagang, Selasa (9/7).

Diungkapkan Eko, keduabelah pihak baik Dinas PUPR maupun PDAM Tirta Alami bersedia melakukan pengecekan langsung dan pembersihan drainase jalan tersebut. Hanya saja ia meminta para pedagang nantinya bisa bersabar, karena akan banyak sampah yang sementara tertumpuk di depan toko selama para petugas melakukan pembersihan drainase.

“Nanti jangan marah kalau dalam proses pembersihan sampah-sampah yang ada dalam siring itu dikeluarkan, dan tentunya akan menumpuk di depan toko para pedagang. Tapi nanti akan diangkut oleh petugas ke tempat pembuangan sampah. Karena dalam proses pembersihan ini tentunya wilayah ini sementara akan lebih kumuh, namun kan setelah itu kembali bersih dan asri,” terang Eko.

Sementara itu Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Dinas PUPR Kepahiang, Khairul Saleh mengaku kalau saat ini memang tidak ada anggaran untuk pembersihan drainase Pasar Pagi Kepahiang. Namun dikarenakan kondisi ini situasional, pihaknya akan mengupayakan alokasi anggaran untuk melakukan pembersihan, sebelum nantinya akan mengusulkan anggaran pada APBD Perubahan 2019.

“Kalau untuk normalisasi yang sebenarnya, kita tunggu anggaran APBD Perubahan mendatang. Namun untuk pembersihan sementara bisa kita lakukan dalam waktu dekat ini. Kemungkinan besar minggu ini kita lakukan pembersihan. Tapi nanti saya akan koordinasikan dulu ke pimpinan,” terang Khairul.

Disisi lain, Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang Sudarmin, SH belum bisa memastikan apakah air yang tergenang tersebut disebabkan oleh pipa PDAM yang rusak di bawah badan jalan. “Kalau pipa bocor, airnya pasti mengalir. Ini kenapa airnya tenang saja. Kita belum bisa pastikan apakah ada kebocoran pipa atau tidak. Kita tunggu dulu setelah Dinas PUPR melakukan pembongkaran dan pembersihan, apakah ditemukan kebocoran pipa PDAM atau tidak. Kalau memang ada kebocoran pipa PDAM, maka kami siap melakukan perbaikan segera,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan pedagang di Pasar Pagi Kepahiang menggelar aksi tanam pohon dan menyebarkan bibit ikan di sepanjang jalan masuk pasar tersebut. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes para pedagang lantaran hingga saat ini drainase di pasar tersebut yang sudah lama rusak tak kunjung diperbaiki.(sly)

Berita Lainnya

Prioritaskan Infrastruktur

KEPAHIANG – Program perencanaan pembangunan untuk tahun 2020 saat ini masih disusun. Dari puluhan program ...

error: Content is protected !!