Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Jembatan Mangkrak Ditenggarai Penyebab Banjir

Jembatan Mangkrak Ditenggarai Penyebab Banjir

BONGKAR: Anggota TNI bersama warga saat membongkar tiang-tiang kayu di bawah proyek jembatan yang mangkrak, Selasa (9/7).(foto: peri/rb)

PONDOK SUGUH – Sejumlah prajurit TNI AD dari Koramil Ipuh bersama warga dan santri, nekat membongkar tiang-tiang kayu penopang proyek jembatan beton yang mangkrak, di Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh. Camat Pondok Suguh Abdul Hadi, S.Sos mengatakan pembongkaran itu juga ikut disaksikan oleh Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH, Selasa (9/7).

Alasan pembongkaran itu dikarenakan jembatan yang berada di jalan lintas barat (Jalinbar) Sumatera itu, diduga menjadi penyebab meluapnya air yang sempat merendam komplek asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amal. “Anggota TNI dari Koramil Ipuh, sudah turun sejak semalam. Pagi ini sama-sama warga, membongkar tiang-tiang yang terbuat dari kayu,” kata Camat.

Menjadi penghambat aliran air, karena tiang-tiang bekas pembangunan berbahan kayu dolkent masih terpasang rapat di bawah jembatan. Kemudian ada bekas tiang jembatan lama, berbahan beton, masih tergeletak di badan anak sungai. Proyek mangkrak inilah yang diduga menjadi pemicu banjir di komplek asrama putri dan rumah warga yang berada tidak jauh dari jembatan, Senin (8/7) malam.

“Jembatan itu dibangun 2018 lalu, tapi tidak selesai. Tiang-tiang dari kayu dolkent masih banyak terpasang di bawah jembatan. Sampah-sampah nyangkut di situ. Ini yang menjadi penyebab banjir malam kemarin. Belum lagi bekas tiang jembatan yang lama, yang digeletakan di badan anak sungai, sehingga aliran air tidak lancar,” jelas Camat.

Akibat kondisi itu, banjir sempat merendam asrama putri, kantin, dapur milik Ponpes serta rumah warga yang berada dekat jembatan. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 1 meter.

“Naik sampai pukul 22.00 WIB. Hujan kemarin itu memang luar biasa. Karena air tidak lancar melewati jembatan, jadi air naik,” kata Camat.

Bahkan beberapa santri dan warga sempat mengevakuasi barang-barang ke tempat yang aman dari banjir. Setelah air surut, Selasa pagi, anggota Koramil Ipuh bersama warga dan wali murid dari santri Ponpes Darul Amal, gotong royong membersihkan badan anak sungai. Termasuk membongkar tiang-tiang bekas pembangunan jembatan.

“Dibongkar warga, setelah dilaporkan ke Dinas PUPR, dan sudah diizinkan oleh Pemerintah Provinsi untuk membongkar tiang bekas pembangunan jembatan. Dan kita juga sempat minta bantuan alat berat perusahaan, untuk mengangkat tiang beton bekas jembatan yang lama,” tutup Camat. (hue)

Berita Lainnya

Dana Desa Tahap Ketiga Cair Pekan Depan

MUKOMUKO – Setelah menunggu lama dana desa tahap tiga segera dicairkan. Jika tak ada kendala ...

error: Content is protected !!