Rabu , 20 November 2019
Home / Daerah / Lebong / Lebong Tak Punya Cadangan Beras

Lebong Tak Punya Cadangan Beras

LEBONG SAKTI – Kendati sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong belum juga menyediakan cadangan beras. Cadangan beras 100 ton bagi setiap kabupaten itu untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

”Sudah jelas-jelas Lebong merupakan daerah rawan bencana, kok Pemkab tidak menganggarkan dana cadangan beras, íní kata tokoh masyarakat Lebong,’’ Rozi Antoni.

Tidak adanya cadangan beras khusus bencana, versi Antoni, merupakan bukti bahwa Pemkab Lebong kurang memperhatikan nasib masyarakat. Sekaligus hal itu mematahkan anggapan bahwa Lebong daerah lumbung padi. Program swasembada beras yang digadangkan Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) hanya sebatas slogan.

”Coba buktikan sendiri, berapa banyak petani yang ikut program tanam padi dua kali setahun serta berapa persen keberhasilan panennya, saya rasa tidak menunjukkan peningkatan,’’ terang Antoni.

Atas kondisi itu, lebih baik Pemkab Lebong prioritas menganggarkan pembelian cadangan beras untuk bencana dibanding menghamburkan uang untuk penerapan program tanam dua kali setahun. Mengingat program tanam dua kali itu tidak memberikan asas manfaat bagi masyarakat Lebong. Bahkan program itu rentan bergesekan dengan hukum karena implementasinya terindikasi banyak yang tidak sesuai.

”Kami minta Pemkab Lebong mengkaji lagi masalah tanam dua kali dengan cadangan beras, mana yang lebih penting saat ini,” papar Antoni.

Terpisah, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SP,M.Si mengaku pihaknya akan segera mengusulkan pengadaan cadangan pangan pascabencana. Persisnya dalam struktur Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.

Nilai yang akan diusulkan mencapai Rp 1,5 miliar untuk pembelian 100 ton beras dengan asumsi pembelian beras Rp 15 ribu per kilogram. ”Kalau tidak terakomodir, akan kami usulkan dalam APBD 2020,” tandas Indra.

Tidak dipungkirinya, sampai saat ini Lebong sama sekali belum memiliki cadangan beras. Alhasil, ketika terjadi bencana Pemkab Lebong selalu mengusulkan kebutuhan beras ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. (sca)

Berita Lainnya

Seluruh OPD Bakal Aplikasi Non-Tunai

PELABAI- Tidak hanya Badan Keuangan Daerah (BKD), seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemerintah Kabupaten ...

error: Content is protected !!