Jumat , 22 November 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Pedagang Es Tebu Tiduri Dua Anak Kandung

Pedagang Es Tebu Tiduri Dua Anak Kandung

Jeki Rahmat Mustika

CURUP – Ini terbilang kejadian luar biasa dan biadap di Kabupaten Rejang Lebong (RL) tahun 2019. Seorang bapak berinisial Sa (60) asal Musirawas dan tinggal menetap di Kecamatan Curup Selatan, diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) RL Senin (8/7) lalu. Sa yang berprofesi sebagai pedagang es tebu ini diduga tega meniduri dua orang anak kandungnya sendiri sejak tahun 2016 lalu atau sejak beberapa tahun istrinya meninggal dunia.

Diungkapkan Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma, S.IK didampingi Kanit PPA Aiptu Dessy Oktavianti Selasa saat menggelar release, kasus ini terungkap saat salah satu korban yang saat ini sudah berumur 20 tahun curhat dengan teman dekatnya. Karena korban diketahui sering ribut dan dipukul oleh pelaku yang tidak lain adalah bapak kandungnya sendiri.

‘’Jadi teman korban menanyakan kenapa selalu bertengkar dengan bapaknya dan sering dipukul. Akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut kepada sang teman, hingga sang teman menyarankan untuk melaporkan aksi bejat sang bapak. Dari keterangan korban, ini (persetubuhan, red) dilakukan sang bapak terhadap dirinya sejak 3 tahun lalu atau saat korban berumur 17 tahun,’’ terang Andi.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, sambung Andi, mereka bersama Sat Intelkam langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan dirumah kontrakannya di Kecamatan Curup Selatan. Pelaku saat ditangkap juga mengakui semua perbuatannya. Bahkan pelaku mengaku bukan hanya satu orang anaknya yang jadi korban, melainkan satu anaknya yang lain juga menjadi korban.

‘’Dari pengakuan pelaku, anaknya ada dua orang perempuan dan kedua-duanya sudah disetubuhi sejak tiga tahun belakangan atau sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Aksi bejad ini dilakukan di rumahnya dan sudah tidak terhitung berapakali dilakukan pelaku. Kalau keterangan korban setiap akan melancarkan aksinya, pelaku mengancam akan bunuh diri dan tidak akan menafkahi lagi sang anak, kalau tidak dilayani,’’ sambung Andi.

Ditambahkan Andi, mereka masih akan mendalami kasus persetubuhan anak dibawah umur tersebut. Karena saat ini baru sang kakak yang melaporkan sang bapak secara resmi. Sedangkan sang adik rencananya juga akan melapor, namun belum pasti waktunya. ‘’Sejauh ini baru sang kakak yang melapor ke Polres Rejang Lebong dan untuk sang adik rencananya juga akan ikut melapor sebagai korban,’’ imbuh Andi.

Sementara itu, Sa yang sempat ditanyai wartawan mengaku khilaf dan tergoda nafsu melihat tubuh sang anak. Apalagi saat itu kedua anaknya sudah mulai beranjak dewasa dan membuat pelaku merasa nafsu melihat bentuk tubuh sang anak. Terlebih lagi sudah beberapa tahun sebelum kejadian, dirinya sudah ditinggal sang istri meninggal dunia.

‘’Bukan pak, bukan karena pengaruh minuman atau apo. Kareno nafsu tulah pak. Apolagi aku lah lamo ditinggal bini. Aku jugo idak ngancam-ngancam pak samo anak aku. Kami tinggal betigo dirumah tidur samo-samo dikamar kecik tulah di bedengan,’’ ucap Sa terbata-bata saat ditanyai wartawan.(dtk)

Berita Lainnya

Momentum Teladani Nabi Muhammad

CURUP – Pemkab Rejang Lebong (RL) Kamis (21/11) menggelar peringatan Maulid Nabi yang difokus kan ...