Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Metropolis / 50 Kendaraan Terjaring Razia Dishub

50 Kendaraan Terjaring Razia Dishub

RAZIA:  Petugas Dishub Kota Bengkulu bersama Denpom II/I Bengkulu menggelar razia gabungan pemeriksaan KIR dan izin trayek terhadap kendaraan angkutan barang di Jalan Danau, Rabu (10/7).(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu Rabu (10/7) merazia izin trayek dan surat pengujian kendaraan bermotor atau Kir terhadap kendaraan angkutan barang seperti pick up, dump truck dan lainnya. Razia tersebut merupakan penindakan langsung untuk menyikapi banyaknya laporan masyarakat.

Dishub juga melibatkan Denpom II/I Bengkulu untuk menjaring truk liar yang mengangkut batu bara, CPO (minyak sawit mentah) dan cangkang yang dilarang masuk ke Kota Bengkulu melalui jalur umum. Selain itu razia juga bertujuan untuk meningkatkan capaian PAD dari retribusi pembayaran kir.

Kepala Bidang Dalops Dishub Kota Bengkulu, Budi Antoni, SE Msi mengatakan tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan dan uji kelayakan kendaraan dinilai masih kurang. Pasalnya dalam razia tersebut masih banyaknya ditemukan kir yang telat pembayaran dan sudah mati. Ia mengatakan razia tersebut akan dilakukan secara berlanjut untuk menjaring angkutan kota (angkot), angkutan barang dan lainnya yang tidak memiliki izin trayek aktif dan kir yang masih berlaku.

Sekitar 50 pelanggaran yang terjaring saat razia tersebut berlangsung dan kebanyakan yang terjaring akibat tidak memetahui peraturan. Masih banyaknya yang tidak mematuhi peraturan seperti kir yang sudah mati dan adanya angkutan barang yang melewati jalur umum untuk masuk ke Kota Bengkulu. Selain itu, razia juga bermasuk untuk meningkatkan capaian PAD dari retribusi kir yang mana sanksi yang diberikan berupa penahanan STNK hingga pelunasanan pembayaran kir yang menunggak.

“Banyak laporan masyarakat, jadinya kami menggelar razia, untuk yang kir mati kami langsung berikan tindakan pembayaran ditempat atau kami tanah stnknya sampai mereka melunasi tunggakan kir tersebut, nantinya pembayaran itu akan masuk dalam PAD,” jelasnya.

Ia menambahkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk retribusi kir adalah sebanyak Rp 900 juta yang mana setiap tahunnya tercapai. Namun untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan razia dan penindakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, tahun ini pihaknya berniat untuk menaikkan target capaian PAD.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kecelakaan dan menjaga kenyamanan penumpangan pihaknya juga akan melakukan razia untuk memeriksa kelayakan angkot. Hal itu dikarenakan Sebanyak 1.175 unit mobil angkot yang dilakukan pendataan, sebanyak 40 persen diantaranya tidak layak pakai. Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan razia untuk angkot yang ada di Kota Bengkulu.

“Masyarakat pengguna kendaraan untuk lebih aktif lagi mengurus izin-izinnya seperti kir dan izin trayek, apabila tidak memiliki hal tersebut kami akan razia karena hal tersebut merupakan salah satu prosuder untuk mengantisipasi keceakaan dan kenyamanan penumpang,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Pelapis Tebing Perumahan Rawan

BENGKULU – Rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu menggelar inspeksi mendadak (sidak) terkait adanya laporan ...

error: Content is protected !!