Selasa , 23 Juli 2019
Home / Breaking News / Prestasi NPC Harus Sejajar Dengan Atlet Normal

Prestasi NPC Harus Sejajar Dengan Atlet Normal

MUSORPROV: Musyarawah olahraga provinsi luar biasa(Musorprovlub) NPC Provinsi Bengkulu yang dihadiri oleh perwakilan NPC Pusat untuk memantau perkembangan organisasi, Rabu (10/7).(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Perhatian terhadap penyandang disabilitas terus digencarkan. Ini terpotret dengan dibentuknya wadah untuk menampung atlet disabilitas. Yakni National Paralympic Commite (NPC)  7 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Dibentuknya wadah ini juga untuk menjaring dan mendorong para atlet disabilitas menorehkan prestasi di cabang olahraga (Cabor) seperti atlet non-disabilitas pada umumnya.

Ketua 1 Bidang Organisasi NPC Indonesia Rio Suseno, mengatakan NPC merupakan wadah untuk pembinaan atlet. Tapi perlu diketahui, organisasi olahraga harus termanagemen dengan baik. Mulai dari pelatihan, pembinaan sampai dengan fasilitas. Bila tidak punyai bekal itu susah untuk memberikan program pelatihan dan pembinaan.

Karena itu NPC dibentuk bukan sebagai organisasi belaka, ttapi harus ada kinerjanya. Secara nasional, atlet disabilitas sudah menguasai 12 cabor yang mana saat ini sudah ada 300 atlet yang mengikuti Training Centre (TC) dari seluruh Indonesia. Ini merupakan langkah pemerintah untuk menyamakan hak atas atlet disabilitas dengan atlet non-disabilitras. “Harus terprogram dengan baik. Dengan begitu pelatihan dan pembinaan akan berhasil dan memunculkan bibit-bibit atlet berkualitas,”ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran untuk atlet disabilitas itu ada. Bahkan sama dengan altet pada umumnya.  Karena itu ia minta NPC Provinsi Bengkulu untuk berusaha mengadakan kegiatan perlombaan untuk mencari dan memunculkan atlet disabilitas yang berprestasi. NPC pusat siap membantu NPC provinsi maupun kabupaten yang ingin mengembangkan para atlet yang berprestasi.

Ditambahkannya potensi di Provinsi Bengkulu ini sangat besar. Tapi belum ada wadah yang menaunginya. Karena itu pihaknya akan meminta laporan perkembangan organisasi dan para atlet secara rutin terhadap NPC provinsi dan kabupaten/kota.

“Setiap NPC wajib memberi laporan perkembangan organisasi dan perkembangan para atlet. Itu menjadi tolak ukur kita terhadap organisasi. Sekaligus memantau kemajuan, yang mana kami siap membantu NPC yang ada,” jelas Rio.

Sementara itu, Plt Ketua NPC Provinsi Bengkulu Dibi Afriansyah, M.Pd, mengatakan saat ini sudah ada 23 atlet dari semua klasifikasi di lima cabor. Yakni renang, tenis meja tunanetra, tenis awas, atletik dan badminton. Bahkan ada atlet Bengkulu yang pernah berprestasi pada Asian Paralaympic Games (APG) di Myanmar tahun 2014 yang meraih medali perak atas nama Jaka Permana.

“Atlet-atlet kita itu berprestasi, tapi masih banyak yang belum terwadahi saja, Karena itu kita fokus pada pembinaan dan pengembangan para atlet disabilitas yang ada,”tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Kuota Tambahan Solar Tak Efektif

BENGKULU – Penyaluran kuota tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dinilai tidak efektif untuk ...

error: Content is protected !!