Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Lebong / Rancang BUMD Perberasan

Rancang BUMD Perberasan

Gusrinedi

PELABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong akan menambah jumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Rencananya, BUMD yang akan dibentuk itu bergerak di bidang perberasan. Teknisnya dengan memanfaatkan Rice Process Complex (RPC) yang berada di wilayah Desa Pelabuan Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning. ‘’Soalnya sampai saat ini baru ada satu BUMD di Lebong, yakni PDAM Tirta Tebo Emas,’’ kata Kabag Ekonomi, Pemkab Lebong, Gusrinedi, SP.

Dijelaskannya, saat ini Pemkab Lebong tengah menyusun kajian teknis terkait rencana pendirian BUMD Perberasan. Dalam hal ini bekerja sama dengan Universitas Bengkulu (Unib). Soalnya untuk mendirikan BUMD baru, pemerintah daerah harus mengantongi persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Untuk mendapatkan persetujuan itu, ada lima persyaratan yang harus dipenuhi,’’ papar Gusrinedi.

Antara lain kebutuhan daerah, kajian analisis usaha, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan peraturan daerah yang dibentuk dalam 2 tahun terakhir. Termasuk ringkasan keuangan daerah. Setelah persetujuan didapat, pemerintah daerah harus segera menerbitkan peraturan daerah (perda) khusus pendirian BUMD perberasan. ‘’Target kami tahun 2020, Raperda (rancangan peraturan daerah, red) BUMD perberasan sudah masuk ke DPRD Lebong guna pembahasan,’’ terang Gusrinedi.

Lebih lanjut disampaikannya, sengaja Pemkab Lebong memilih bidang kerja perberasan karena di Kabupaten Lebong banyak lahan sawah produktif. Sesuai data di Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan), luas lahan sawah di Kabupaten Lebong mencapai 9 ribu hektare. Apalagi Kabupaten Lebong sudah memiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) perberasan. ‘’Tetapi  UPTD nya memang belum berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran, makanya kami rencanakan dibentuk BUMD khusus perberasan,’’ ungkap Gusrinedi.

Konsep kerjanya, BUMD perberasan itu akan menampung gabah hasil panen petani yang selanjutnya diolah menjadi beras unggulan Kabupaten Lebong untuk dijual kembali. Selama ini banyak petani yang menjual gabah hasil panen ke luar daerah. Guna meminimalisir hal itulah Pemkab Lebong berencana mendirikan BUMD perberasan. ‘’Kalau dijual dalam bentuk beras kemasan, tentu saja harga jualnya lebih tinggi,’’ tutup Gusrinedi.(sca)

Berita Lainnya

Dua Puskesmas Diakreditasi

AMEN – Dua dari empat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Lebong yang sama sekali ...

error: Content is protected !!