Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Sejahterakan Petani

Sejahterakan Petani

SOSIALISASI: Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan sosialisasi replanting kelapa sawit, Rabu (10/7).(foto: rio/rb)

KOTA MANNA – Upaya Pemkab Bengkulu Selatan (BS) untuk mensejahterahkan semua kalangan petani, terus digalakkan. Salah satu cara, yang dilaksanakan yakni program replanting (peremajaan kelapa sawit).

Dengan ada program replanting ini, menjadi langkah yang strategis. Agar produktivitas serta kualitas kelapa sawit memiliki nilai tambah dan daya saing di pangsa pasar. Ini dikatakan Bupati BS Gusnan Mulyadi, SE, MM dalam kegitan sosialisasi antar kabupaten, Rabu (10/7).

Pada proses replanting ini, lanjut Gusnan, akan ada kendala yang dihadapi. Karena itu Pemkab BS akan melakukan sinergitas.

“Kami sangat paham kendala-kendala program peremajaan kelapa sawit ini.  Seperti data kependudukan petani, pemohon bukan pemilik lahan, dan lainnya. Ini tentu kita carikan solusinya,” jelas Gusnan.

Untuk diketahui Dari Kementerian Pertanian tahun 2019 ini targetkan peremajaan kelapa sawit ini, luasnya 200 ribu hektare. Untuk menunjang program ini Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), siapkan anggaran sebesar Rp 15 triliun.

“Saya mengharapkan kepada camat dan kepala desa yang hadir di sini (sosialisasi) agar dapat membantu dan memotivasi para pekebun dan yang belum tahu supaya ingin mengikuti program tersebt,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaen Bengkulu Selatan Sukarni Dunip, SP, menjelaskan tujuan dilaksanakan sosialisasi untuk menginformasikan program penumbuhan dan pemberdayaan pekebun, serta kelembagaan masyarakat desa.

Selain itu guna mengefektifkan pelaksanaan kegiatan. Jadi nanti pelaksanaannya tepat sasaran, tepat teknis, tepat biaya, tepat waktu, memiliki kelembagaan pekebun yang profesional dan mampu melakukan kemitraan.

“Antusias para pekebun sawit dinilai cukup positif. Para petani akan menunggu setiap tahapan. Kecamatan Kedurang Ilir merupakan salah satunya. Para pekebun sawit di sana (Kedurang) sangt antusias,” beber Sukarni.

Dijelaskannya, pekebun yang berminat tidak harus berada dalam satu desa. Namun dengan dinaungi kelompok tani ataupun kelembagaan pekebun dari dua atau tiga desa, bisa juga bergabung.

“Kawasan poktan atau kelembagaan radius 10 kilometer. Tak mesti dalam satu desa. Bisa lebih dalam satu kelompok,” jelas Sukarni.

Ditambahkan Sukarni, syarat kelompok untuk dapat bantuan dari program tersebut, harus adanya surat keterangan kepemilikan lahan, status kepemilikan lahan, luas lahan serta identitas diri.

“Tahun ini kita prioritaskan dahulu urusan administrasinya. Hingga proses verifikasi tim replanting sawit pusat. Targetnya pada 2020 program ini sudah mulai jalan,” jelas Sukarni.(tek)

Berita Lainnya

Pelajar SMK Resmi Menjadi Tersangka

KOTA MANNA – Penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, resmi menetapkan pelaku persetubuhan inisial D (15) ...

error: Content is protected !!