Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Kaur / Hunus Tombak ke PNS, Warga Padang Baru Diringkus

Hunus Tombak ke PNS, Warga Padang Baru Diringkus

DIAMANKAN : Tersangka pengancaman saat diamankan di Mapolres Kaur Kamis siang (11/7).(foto: ist/rb)

KOTA BINTUHAN –  Bu (41) warga Desa Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan Kamis  (11/7) pukul 15.00 WIB diamankan di Mapolres Kaur. Lantaran diduga melakukan pengancaman terhadap Kaswandi (40), PNS warga Desa Padang Baru Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur. Bu menghunus atau mengarahkan tombak sepanjang 1 meter ke Kuswandi sambil mengeluarkan kata-kata ancaman. Kuswandi yang ketakutan kemudian melaporkan hal ini ke Mapolres Kaur. Laporan tersebut, berbuntut penangkapan Bu oleh polisi.

Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau mengatakan kejadian berawal dari ribut mulut soal persoalan keluarga keduanya. “Saat ini masih kita lakukan penyidikan,” terangnya.

Welliwanto Malau menceritakan, Rabu (10/7) keduanya bertemu di salah satu tempat di Bintuhan. Saat itu tersangka memepet motor yang dikendarai Kuswandi. Kaget, Kuswandi kemudian berhenti. Kemudian tersangka turun dari mobilnya dengan membawa tombak sepanjang 1 meter tersebut. Tersangka yang emosi kemudian mengarahkan tombak itu ke Kuswandi sembari mengeluarkan kata-kata ancaman. Korban yang ketakutan langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Kaur.

“Pelaku sudah kita amankan tadi siang dan masih kita periksa. Dari keterangan saat ini pengancaman yang dilakukan karena pasal keluarga yang belum selesai. Jadi korban diancam dengan tombak, untuk lebih detailnya kita tunggu hasil pemeriksaan nantinya,” terang Welliwanto Malau.

Akibat kejadian tersebut, tersangka bisa terancam hukuman 1 tahun penjara. Karena telah melanggar pasal 335 KUHpidana. Selain mengamankan pelaku polisi juga menyita tombak yang dipergunakan untuk dodos kelapa sawit sebagai barang bukti.

“Kita ingatkan untuk tidak coba-coba melakukan pengancaman. Karena siapapun bisa terbukti bisa masuk penjara. Di Kaur ini cukup banyak kasus pengancaman dengan menggunakan sajam,” pungkas Iptu Welliwanto Malau. (cik)

Berita Lainnya

Perangkat Desa Wajib Ngantor

KOTA BINTUHAN – Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2019 tentang perubahan ke dua atas ...

error: Content is protected !!