Rabu , 13 November 2019
Home / Metropolis / JCH Bengkulu Kloter 6 Diberangkatkan

JCH Bengkulu Kloter 6 Diberangkatkan

PELEPASAN: Sekdaprov Nopian Andusti didampingi Kabag TU Yasaroh mewakili KakanwilKemenag Provinsi Bengkulu, Kabid Haji dan Umroh Ramlan saat melepas keberangkatan JCH Bengkulu yang tergabung dalam kloter 6 Padang, Kamis (11/7).(foto: yunike/rb)

BENGKULU – Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 1 Bengkulu atau kloter 6 Padang diberangkatkan dari Embarkasi Antara Bengkulu Asrama Haji menuju Madinah, Kamis (11/7). Pelepasan dihadiri langsung oleh Sekdaprov Nopian Andusti di aula Embarkasi Antara Bengkulu.

Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs.H.Bustasar MS, M.Pd melalui Kepala Bagian Tata Usaha (TU), Drs.H.Yasaroh,M.HI mengatakan JCH kloter 6 padang terdiri dari 292 JCH dari Kota Bengkulu, 2 JCH dari Kabupaten Lebong, 92 JCH dari Kabupaten Bengkulu Tengah. Serta 7 orang petugas yang akan mendampingi jamaah. Berdasarkan data Sistem Komputerasisasi Haji Terpadu (Siskohat), JCH tertua berusia 90 tahun, atas nama Siswadi Sadi Wira dari Kabupaten Bengkulu Tengah termuda atas nama Andika Saputra dengan usia 25 tahun dari Kota Bengkulu.

Sedangkan jika dilihat dari  jenis kelamin, jamaah mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 225 Jamaah dan 168 jamaah laki-laki. JCH kloter 1 Bengkulu ini menempati maktab 12 sektor 3 hotel 1 nomor 318 dan nomor 319 di wilayah Syisyah, Kota Mekah. “Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, setelah tiba di BIM Padang JCH akan melanjutkan penerbangan menuju Madinah pada hari yang sama tepatnya pukul 21:05 WIB dengan nomor penerbangan GIA 3305,” kata Yasaroh.

Ditambahkan Kabid Haji dan Umroh Drs.H.Ramlan, M.HI, dari 393 JCH Bengkulu berasal dari Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Lebong yang seharusnya diberangkatkan kemarin, dua diantaranya JCH Kota Bengkulu yaitu sepasang suami isteri bernama Siti Aminah Mukhtar dan Miswanto Muhamad Nur ditunda keberangkatannya.

Sang isteri saat menjalani pemeriksaan di Embarksasi Antara diketahui menderita sakit di paru-paru (pleura). Sehingga dirujuk oleh petugas kesehatan untuk dirawat di RS M Yunus. Suaminya pun ikut memilih tinggal untuk menunggu isterinya dirawat. “Setelah dinyatakan bisa berangkat, langsung kita susulkan,” jelas Ramlan.

Sementara itu, Sekdaprov Nopian Andusti  mengingatkan kepada seluruh jamaah haji untuk belajar bersabar serta menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Serta dapat menjaga nama baik Provinsi Bengkulu khususnya, dan negara Republik Indonesia umumnya. “Jemaah itu harus sabar dan yang paling penting jaga kesehatan bapak ibu sekalian,” imbuhnya. (key)

Berita Lainnya

CSR BNI, Gelar Pelatihan Rescue Untuk Pelaku Usaha Wisata Perahu

BENGKULU–  Untuk menciptakan wisata yang aman dan nyaman, sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat dibidang ...

error: Content is protected !!