Jumat , 13 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Lacak Penipu Guru

Lacak Penipu Guru

Saidirman

BENTENG – Bagian Kesra Pemkab Benteng berusaha melacak oknum  yang mengaku pegawai Bagian Kesra dan melakukan penipuan pada sejumlah guru. Oknum tersebut juga mencatut nama Bupati Dr. H. Ferry Ramli dalam melakukan aksinya. Dengan modus akan ada mutasi guru dalam waktu dekat ini, oknum tersebut mendatangi rumah para guru. Guru yang disasarnya diminta untuk memberikan uang mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk bisa bertugas di sekolah yang diinginkan.

Dalam seminggu ini sudah ada dua orang guru yang tertipu dan memberikan uang yang diminta oleh oknum tersebut. Kasi Pembinaan Masyarakat, Bagian Kesra Pemkab Benteng Alistari Effendi meminta supaya guru melaporkan ke Bagian Kesra jika oknum itu datang dan menawarkan posisi dalam mutasi guru.

“Kami masih menyelidiki pelaku yang mengatasnamakan Kesra,” terang Alistari Effendi, Kasi Pembinaan Masyarakat, Kesra Benteng.

Dijelaskannya, ada guru SMPN 1 Benteng yang menjadi korban. Terbaru ada juga laporan dari guru di Kecamatan Taba Penanjung yang juga menjadi korban penipuan oknum itu. Hal ini cukup menghawatirkan pegawai yang berdinas di bagian Kesra. Apalagi, oknum itu juga mengaku utusan bupati. “Kalau tidak diclearkan, orang akan menuduh pegawai bidang kesra lagi,” ujarnya.

Selain itu, Alistari meminta guru yang didatangi oknum itu meminta identitas dan memvideokan percakapan dengan oknum tersebut. Sebab Bagian Kesra sudah diperintahkan untuk melacak pelaku yang telah menipu para guru tersebut. Kalau sudah mengantongi identitasnya, nanti akan segera dilaporkan ke polisi.

Plt.Kadis Dikpora Benteng, Saidirman, SE, M.Si yang dikonfirmasi juga membantah jika akan ada mutasi guru apalagi permintaan sejumlah uang.

“Kalu ada tangkap dan laporkan ke pihak berwajib. Karena itu penipuan mengatas namakan Dinas Dikpora juga,” demikian Saidirman.(vla)

Berita Lainnya

Linmas Kembali ke Desa

BENTENG – Tahun 2020, petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) akan dikembalikan ke pemerintah desa, sesuai tugasnya ...

error: Content is protected !!