Senin , 14 Oktober 2019
Home / Berita utama / Masuk RSMY, Batal Berangkat

Masuk RSMY, Batal Berangkat

BERANGKAT: JCH Bengkulu yang tergabung dalam kloter 6 diberangkatkan dari Embarkasi Antara Asrama Haji Bengkulu, Kamis (11/7). (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Jemaah Calon Haji (JCH) Bengkulu yang tergabung dalam kloter 6 Padang diberangkatkan dari Embarkasi Antara Bengkulu Asrama Haji menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, Kamis sore (11/7). Dua JCH kemarin batal berangkat karena 1 JCH  harus dirawat di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Drs.H.Bustasar MS, M.Pd melalui Kabid Haji dan Umroh Drs.H.Ramlan, M.HI mengatakan dari 393 JCH Bengkulu berasal dari Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Lebong yang seharusnya diberangkatkan kemarin, dua diantaranya JCH Kota Bengkulu yaitu sepasang suami isteri bernama Siti Aminah Mukhtar dan Miswanto Muhamad Nur ditunda keberangkatannya.

Sang isteri saat menjalani pemeriksaan di Embarksasi Antara diketahui menderita sakit di paru-paru (pleura). Sehingga dirujuk oleh petugas kesehatan untuk dirawat di RS M Yunus. “Suaminya ini karena isterinya ditunda keberangkatannya, juga memilih tinggal untuk mendampingi sang isteri menjalani perawatan,” ujar Ramlan.

Lanjut Ramlan, kedua JCH ini akan diberangkatkan kembali setelah sang isteri mendapatkan rekomendasi dari petugas medis untuk berangkat menuju Tanah Suci. Keduanya nantinya akan diberangkatkan bersama kloter selanjutnya. Bila hari ini JCH tersebut sudah dinyatakan sembuh maka akan langsung diberangkatkan bersama JCH Bengkulu yang tergabung dalam kloter 7 Padang.

“Kalau sudah dinyatakan bisa berangkat, langsung kita susulkan. Belum juga, kita tunggu sampai sembuh hingga pemberangkatan kloter terakhir. Mudah-mudahan JCH segera diberikan kesembuhan,” beber Ramlan.

Terkait JCH perempuan asal Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang hamil muda namun tetap diberangkatkan, menurut Ramlan, itu merupakan kewenangan petugas kesehatan. JCH tersebut juga sudah mendapatkan surat rekomendasi dari dokter kandungan dan membuat surat pernyataan tidak akan menyalahkan pemerintah bila terjadi sesuatu dengan kandungannya nanti.

“Kalau tidak salah usia kandungan JCH ini belum melewati batas larangan. Jadi masih diizinkan, tapi tetap dengan syarat ada rekomendasi dokter kandungan dan membuat surat pernyataan,” jelas Ramlan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Bengkulu  Rosyid Ridlo menerangkan pemeriksaan JCH menjelang pemberangkatan di Embarkasi Antara Bengkulu berdasarkan aspek medis. Hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan ada 1 JCH hamil, dan 1 JCH sakit parup-paru sehingga harus dirawat di RS M Yunus. Sedangkan JCH hamil bisa tetap berangkat karena sudah membuat surat pernyataan siap berangkat dan memiliki surat izin dari dokter kandungan.

“Pemeriksaan kesehatan tujuannya agar jangan sampai terjadi sesuatu hal-hal tidak diinginkan dengan JCH nantinya. Sehingga kita berikan pandangan-pandangan tentunya dari aspek medis,” tegasnya.

Sementara itu Sekdaprov Bengkulu Nopian Andusti meminta agar JCH Bengkulu bisa menjaga nama baik Provinsi Bengkulu khususnya dan negara Republik Indonesia (RI) umumnya. Dirinya juga berharap JCH dapat mendoakan bagi masyarakat Bengkulu yang belum berangkat bisa terpanggil dan segera diberangkatkan untuk menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Ini merupakan keberangkatan pertama JCH Bengkulu yang tergabung dalam kloter 6 Padang. Kita doakan semoga menjadi haji yang mabrur, sehat selamat sampai tujuan dan kembali dalam keadaan sehat,” kata Nopian ditemui usai melepas pemberangkatan JCH kloter 6. (key)

Berita Lainnya

Cabuli Anak Tetangga, Petani Ditangkap

BERMANI ULU – Polsek Bermani  Ulu Polres Rejang Lebong, Senin (14/10) sekitar pukul 10.00 WIB, ...

error: Content is protected !!