Selasa , 23 Juli 2019
Home / Daerah / Kaur / Periksa Saksi Kunci, Menentukan Tersangka

Periksa Saksi Kunci, Menentukan Tersangka

Arief Hidayat

KOTA BINTUHAN – Penyidik Tipikor Polres Kaur, terus menggeber dugaan korupsi dengan modus fee bantuan dana Kemenpora RI tahun 2017 dan 2018 di Kaur. Rabu (10/7), penyidik memeriksa Heri yang juga merupakan satu dari empat saksi kunci dalam kasus ini. Heri dan juga Edwar saksi kunci yang diperiksa minggu lalu, diduga mengetahui uang fee yang diberikan oleh para kades ke beberapa oknum. Keduanya memiliki peran mengajukan dana bantuan untuk pembangunan sarana olahraga  untuk 14 desa ke Kemenpora RI. “Saat ini Heri kita periksa dan kita mintai keterangan sebagai saksi. Setelah ini ada dua lagi orang lagi yang akan kita mintai keterangan terkait dugaan fee dana bantuan dari Kemenpora tersebut. Usai itu baru kita gelar dan kita tetapkan tersangka (Tsk),” ungkap Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau kepada RB Kamis (11/7).

Dikatakan  kasat, ada empat saksi kunci yang diperiksa hingga minggu depan. Dari empat saksi ini siapa saja yang naik status sebagai tersangka pihaknya belum bisa memastikan. Sebab penentuan tersangka harus melalui ekspos kasus tersebut untuk mencari siapa yang paling bertanggung jawab. Diprediksi tersangka lebih dari satu, karena masing-masing saksi yang diperiksa mempunyai peran dan tanggung jawab sendiri.

“Minggu depan dua lagi kita periksa batu itu kita penetapan tersangka. Jadi tunggu dulu kasus ini berbeda dengan pidana umum, karena memang prosesnya panjang,” kata Kasat Reskrim.

Desa yang menerima bantuan Kemenpora RI pada tahun 2017 yang telah diperiksa terdiri dari Desa Tri Tunggal Bakti, Desa Sukamerindu, Desa Sekunyit dan Desa Sinar Mulya. Empat desa ini menerima bantuan sebesar Rp 185 juta untuk pembangunan saran olahraga yaitu GOR mini dan saat ini sudah banyak yang rusak.

Sementara 10 desa lainnya pada tahun 2017 menerima bantuan sebesar Rp 170 juta juga untuk membangun sarana olahraga. Seperti lapangan voli dan lainnya. 10 desa tersebut meliputi Desa Tanjung Ganti II, Desa Tanjung Betung II. Desa Sukajaya, Desa Tri Jaya, Desa Air Palawan, Desa Muara Dua.  Kemudian Desa Selika II, Desa Awat Mate, Desa Sumber Harapan dan Desa Talang Marap. Dari semua bantuan tersebut totalnya mencapai Rp 2,2 miliar lebih. Kasus ini mencuat karena banyak laporan masuk dari masyarakat, setelah diselidiki dalam pekerjaanya terdapat permainan fee yang cukup besar mengalir ke beberapa oknum.(cik)

Berita Lainnya

Rolan Termuda, Baswidan Tertua

KOTA BINTUHAN – KPU Kaur Senin (22/7) secara resmi mengumumkan hasil pemilu tahun 2019 di ...

error: Content is protected !!