Selasa , 23 Juli 2019
Home / Borgol / Polisi Tahan Eks Kades dan 3 TPK Talang Rami

Polisi Tahan Eks Kades dan 3 TPK Talang Rami

DIPERIKSA: Mantan Kades Talang Rami Nasirwan, sebelum dilakukan penahanan oleh peyidik Tipidkor Satreskrim Polres Seluma, kamis (11/7) sore.

SELUMA – Penyidik Tipidkor Satreskrim Polres Seluma tadi malam (11/7) resmi menahan empat tersangka korupsi realisasi Dana Desa (DD) tahun 2018 Desa Talang Rami, Kecamatan Seluma Utara. Sebelumnya, sejak pagi hingga sore empat warga itu, yakni mantan kades Nasirman (45) dan tiga anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) DD Talang Rami Mulyadi (40), Hendrianto (28), Deka (25) menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Sebelum dilakukan penahanan penyidik Tipikor meminta pihak keluarga tersangka untuk menandatangi persetujuan penahanan. Usai penandatanganan persetujuan keluarga tersebut keempat tersangka langsung digelandang ke sel Polres Seluma. ‘’Dari pemeriksaan yang kita lakukan ditemukan bukti-bukti cukup kuat kalau mantan kades dan tiga anggota Tim TPK terlibat korupsi dana desa. Untuk kelancaran penyidikan dan perampungan berkas pekara, mereka kami lakukan penahanan,’’ ujar Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Rizka Fadhilah, SH, S.Ik didampingi Kanit Tipikor, Iptu. Denny Siregar, SH, MH.

Dijelaskan Denny, empat tersangka itu tersandung kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa tahun 2018 untuk tiga item pekerjaan yakni pembangunan siring pasang Dusun I dan III serta pembangunan jalan lapen dusun 1 yang mana terdapat item belanja barang yang difiktifkan untuk memenuhi permintaan Nasirwan selaku Kades Talang Rami saat itu. Uang Rp 35 juta yang diminta oleh Nasirwan tersebut alasannya untuk disetor ke Inspektorat Seluma untuk meminimanilisir hasil temuan saat dilakukan audit oleh Inspektorat Seluma terhadap realisasi DD tahun 2018.

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan ada uang sebesar Rp 35 juta yang diambil oleh Nasirwan. Oleh tiga TPK, untuk menutupi uang yang diminta oleh Nasirwan dilakukan dengan memfiktifkan belanja barang dari kegiatan yang dikelola TPK,’’ jelas Denny.

Namun kata Denny, untuk barang bukti uang, dari total Rp 35 juta, diamankan Rp 19,5 juta. Sedangkan Rp 12,5 juta sudah lebih dulu dikembalikan mantan kades ke kas desa. ‘’Selain itu, Rp 3 juta telah terpakai oleh Nasirwan yang belum dikembalikan,’’ ujar Denny.

Atas perbuatan keempat tersangka ini, mereka dijerat Pasal 8 dan 11 Undang-undang Tipikor Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

‘’Ancamannya sesuai pasal yang kita sangkakan tersebut, pidana penjara maksimal 15 tahun,’’ pungkas Denny.(aba)

Berita Lainnya

Bobol Bengkel dan Rumah, Diamankan

BENGKULU – Seorang pemuda berinisial Ag (19) warga Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu ditangkap dan ...

error: Content is protected !!