Rabu , 20 November 2019
Home / Daerah / Seluma / Rusak, Mobdes Simpang Ditarik

Rusak, Mobdes Simpang Ditarik

DITARIK: Terlihat mobil operasional Desa Simpang ditarik untuk di kandangkan ke Kantor Disperkim, kamis (11/7).(foto: Yayan/RB)

SELUMA –  Rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi, mobil operasional desa (Mobdes) Simpang Kecamatan Seluma Utara, jenis Toyota Hilux ditarik oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), kamis (11/7). Mobdes tersebut merupakan pembagian pertama tahun 2009 lalu dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang awalnya Mobdes Selinsingan, Kecamatan Seluma Utara.

Kepala Desa Simpang, Aldy Jaya mengatakan kendaraan tersebut mulai digunakannya akhir tahun 2017 lalu, namun saat ini kondisinya rusak berat.  Untuk memperbaikinya tidak tersedia anggaran.

“Setelah kami tanyakan ke bengkel, kalau diperbaiki biayanya mencapai Rp 50 juta. Jelas desa tidak mampu, sehingga saya minta Dinas Perkim untuk menariknya,’’ terang Aldi.

Dengan telah dikembalikannya mobdes ini, Kades Simpang tetap berharap ada penggantinya. Mengingat keberadaan mobdes ini sangat dibutuhkan bagi operasional desa ataupun masyarakat desa. Mobdes sangat membantu masyarakat yang akan keluar desa untuk suatu keperluan mendesak.

‘’Kami berharap ada penggantinya mobil sejenis atau double gardan. Karena kalau mobil biasa, tidak mampu melewati jalan desa yang kondisinya rusak parah,’’ kata Aldi.

Terpisah, Kadis Perkim Seluma, Erlan Suadi, SP M.AP mengatakan, sebelum Mobdes Simpang, pihaknya sudah menarik Mobdes Air Melancar, Kecamatan Semidang Alas yang kondisinya juga rusak berat. ‘’Sudah dua mobdes yang kita tarik. Keduanya mobil bantuan dari Kemendes PDTT tahun 2009 lalu,’’ jelas Erlan.

Sesuai aturan, untuk mobdes yang telah ditarik tidak bisa dilakukan pelelangan. Oleh karena itu hanya akan menjadi barang rongsokan yang akan tetap di simpan di Disperkim. Untuk itu Erlan berharap kepada seluruh kades yang mendapatkan mobil operasional dari Kementerian PDTT agar bisa merawat dengan baik. Apalagi sejak 2018 lalu mobdes ini sudah diserahkan penuh ke pihak desa dengan plat warna kuning, bukan merah lagi. Sehingga Pemkab Seluma tidak bertanggung jawab atas semua kerusakan setelah diserahterimakan.

‘’Mobdes plat kuning, sepenuhnya milik desa. Sehingga mulai dari pembayaran pajak hingga perawatan menjadi tanggung jawab desa yang anggarannya dialokasikan melalui dana desa,’’ jelasnya.(aba)

Berita Lainnya

Pergantian Musim, Waspada Demam Berdarah Dangue

SELUMA – Memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan, masyarakat Kabupaten Seluma diminta waspada. Khususnya ...

error: Content is protected !!