Selasa , 23 Juli 2019
Home / Borgol / Tender Proyek Hanya Formalitas

Tender Proyek Hanya Formalitas

SAKSI:  Enam saksi dihadirkan pada persidangan pengadaan komputer laboratorium di Diknas RL, berlangsung di PN Tipikor Bengkulu, kamis.(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Sesuai fakta persidangan terungkap dalam proyek pengadaan komputer laboratorium bahasa lingkungan Diknas Rejang Lebong (RL), dalam proses tendernya hanya formalitas. Perusahaan pemenangnya telah dikondisikan.

Kasi Pidsus Kejari RL, Agustian, SH mengatakan sejak awal CV. Wijaya Perdana dikondisikan sebagai pemenang oleh panitia. Sedangkan perusahaan lainnya yang ikut lelang hanya formalitas saja. “Dari awal lelang memang sudah diatur sedemikian rupa. Ini juga terungkap sebagai fakta persidangan barusan (kemarin, red),’’ jelas Agustian saat ditemui usai persidangan.

Dikatakannya, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu yang dipimpin majelis hakim Slamet Suripto, SH, M.Hum tersebut menghadirkan enam saksi. Mereka, Damhari, Yudi Kurniawan, Fince Feriadi, merupakan kontraktor yang mengikuti proses lelang. Selain itu, tiga orang saksi lainnya yakni dari Bang BPD, Yeri Ariansuri, serta dua orang dari teknisi pemasangan komputer, Bayu dan Andes.

Lebih lanjut dikatakan, dari keterangam dua teknisi dan penyuplai komputer, juga terkuak jika ada mark up (pengelembungan harga) yang dilakukan oleh perusahaan pemenang lelang atau pelaksana dari proyek tersebut. Untuk diketahui proyek pada tahun 2010 senilai Rp 3,1 miliar tersebut ada kerugian negara sebesar Rp 800 juta berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu.

Dalam perkara ini mendudukkan 7 orang terdakwa masing-masing, Su merupakan mantan Kadis Diknas RL selaku Pengguna Anggaran (PA), kemudian AS selaku PPTK, Ha selaku panitia lelang, selanjutnya AK, ZA, Ad dan Yu selaku pelaksana kegiatan.(zie)

Berita Lainnya

Bobol Bengkel dan Rumah, Diamankan

BENGKULU – Seorang pemuda berinisial Ag (19) warga Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu ditangkap dan ...

error: Content is protected !!