Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Awasi Warem Liku Sembilan

Awasi Warem Liku Sembilan

KEPAHIANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat ini tengah gencar mengawasi warung remang-remang di kawasan Liko Sembulan. Sebab banyak pengaduan masyarakat jika di sana menyediakan praktik prostitusi terselubung.

Diungkapkan Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang, Burlian, SE pihaknya sedang melakukan pengawasan intensif terkait informasi yang disampaikan masyarakat mengenai aktifitas di jalur lintas gunung tersebut. Ia mengakui bahwa dari informasi yang didapat tersebut sebagai bentuk perhatian masyarakat sekitar dengan kondisi sosial dan kemasyarakatan di lingkungan sekitarnya.

“Ya informasi tersebut disampaikan masyarakat kepada Pak Bupati dan Pak Sekda. Kemudian disampaikan kepada kita untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pengawasan,” ujar Burlian.

Jika dari pengawasan yang dilakukan nantinya benar ditemukan ada unsur praktik prostitusi di wilayah jalur lintas gunung tersebut. Maka Burlian menegaskan pihaknya akan langsung melakukan tindakan represif untuk menertibkan warung-warung yang ada di kawasan itu.

“Saat ini selain melakukan pengawasan, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Desa Tebat Monok. Untuk bersama melakukan pengawasan. Dan dalam waktu dekat ini baik pihak kecamatan dan Desa Tebat Monok akan kita undang untuk duduk bersama membahas persoalan ini,” jelas Burlian.

Diketahui sebelumnya, bahwa masyarakat Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang tampak resah dan mengadu kepada Bupati Kepahiang, bahwa di jalur lintas gunung tersebut kerap terjadi praktik prostitusi, seperti panti pijat dan warung remang-remang. Bahkan menurut sebagian masyarakat, praktik tersebut belakangan sudah mulai dilakukan secara terang-terangan.

“Ada beberapa warung di kawasan liku sembilan ini yang diduga sering melakukan praktik prostitusi. Memang tidak semuanya, namun kami khawatir gara-gara hal ini seluruh warung masyarakat yang ada di kawasan ini akan dianggap buruk oleh orang luar. Untuk itulah kami berharap kepada pemerintah agar bisa mengambil tindakan untuk hal ini,” keluh salah satu warga Desa Tebat Monok yang enggan disebutkan identitasnya. (sly)

Berita Lainnya

UTTP Belum Berjalan

KEPAHIANG – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kabupaten Kepahiang mengaku bahwa kegiatan ...

error: Content is protected !!