Senin , 19 Agustus 2019
Home / Metropolis / Pembatas Terlanjur Dibongkar, Revitalisasi Belum Jelas

Pembatas Terlanjur Dibongkar, Revitalisasi Belum Jelas

TERLANJUR: Sebagian mediah jalan di kawasan Soepraprto sudah dibongkar untuk pelaksanaan arus satu jalur. Namun sayang, sampai saat ini programnya tidak jelas kelanjutannya.(foto: dok/rb)

BENGKULU– Rencana Pemkot Bengkulu akan merevitalisasi kawasan Soeprapto dijadikan mirip kawasan Malioboro Yogyakarta sampai saat ini masih terus dipertanyakan DPRD Kota Bengkulu.

Anggota DPRD Kota Suimi Fales, SH, MH mengatakan rencana revitalisasi kawasan Soeprapto sampai saat ini belum ada kejelasan terkait konsep pembangunannya seperti apa. Ia juga mengatakan, bila realisasinya terkendala soal status asset daerah sebaiknya dibahas bersama DPRD.

“Sampai saat ini belum ada titik terang rencana revitalisasi itu. Misalnya mau dijadikan kawasan soeprapto itu seperti apa, apakah khusus pasar seni atau pasar wisata dan lain sebagainya. Karena kalau konsep atau nilai jual yang ditawarkan belum jelas arahnya seperti apa. Tentu tidak begitu pengaruh geliat perekonomian di kota ini,” terang Suimi.

Seperti kawasan Pasar Malioboro menurut Suimi, memiliki ciri khas tersendiri, yang dikenali sebagai pasar seni identik dengan keratonnya. Sehingga pengunjung wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta pasti akan selalu mengunjungi pasar malioboro. Karena beragam macam banyak yang ditawarkan di Jalan Malioboro tersebut.

“Oleh karena itu jika pemerintah belum jelas konsep atau nilai jual yang ditawarkannya seperti apa saya rasa tidak perlu dilakukan revitalisasi yang nantinya hanya menghabis-habiskan anggaran yang besar. Sebaiknya ditata saja kawasan Soeprapto itu,” ujarnya.

Suimi menambahkan, dalam melakukan revitalisasi agar munculnya nilai jual kawasan Soeprapto supaya lebih menggeliat perekonomiannya. Pemerintah Kota Bengkulu dapat mendatangkan investor membuat semacam Mall yang berada tepat di kawasan Soeprapto tersebut.

“Karena jika dibuat suatu yang beda, misalnya ada Mall dikawasan tersebut atau sarana hiburan yang luas. Maka pengunjung akan selalu tertarik mengunjungi Soeprapto. Dan akan pengaruh perekonomian Kota Bengkulu,” ungkapnya.

Senada disampaikan Anggota DPRD kota lainnya, Rena Anggraini mengungkapkan, namanya kawasan Soeprapto sudah dikenal sebagai pusat perbelanjaan, idealnya memang harus didukung lagi dengan fasilitas yang memadai. Seperti parkir yang nyaman, transportasi lancar, keamanan yang terjaga, memiliki sarana umum yang memadai.

“Karena kalau mau revitalisasi sebaiknya konsepnya itu disampaikan ke dewan. Karena hal ini menyangkut soal kesiapan keseluruhannya.  Dan itu semua harus dipenuhi kalau ingin menjadikan kawasan Soeprapto sebagai kawasan pusat bisnis dan menggeliat perekonomian,” jelas Rena.(new)

Berita Lainnya

Dhol Gagal Masuk Warisan Budaya Nasional

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berupaya mendorong jumlah karya seni dan budaya ditetapkan sebagai ...

error: Content is protected !!