Selasa , 25 Februari 2020
Home / Metropolis / Pemkot Bangun Kampung Batik Basurek

Pemkot Bangun Kampung Batik Basurek

KUNKER: Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Solo sekaligus belajar inovasi karya pembuatan batik yang akan diterapkan di Kota Bengkulu.(foto: ist/rb)

SOLO – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan membangun kampung tematik Batik Besurek tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pasalnya baru-baru ini Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi, SE, MM baru saja mengunjungi Kota Solo belajar inovasi karya pembuatan batik. Sebab selama ini Kota Solo yang terkenal batik kainnya selalu menjadi tujuan wisatawan saat berkunjung Kota Solo bernama Kampung Batik Laweyan.

Seperti diketahui, Kampung Batik Laweyan adalah nama yang tersohor sebagai pusat penghasil batik di kota Solo. Ciri khas kampung ini secara arsitektur mudah sekali dikenali, ciri rumah produksi batik di kampung ini memiliki tembok yang menjulang tinggi dengan nuansa tradisional.

Tembok yang menjulang tinggi tersebut bertujuan untuk melindungi privasi pengusaha batik. Sebagian besar penduduk kampung Laweyan adalah pengusaha batik yang dilakukan di rumah mereka masing-masing. “Kota Bengkulu berencana akan membangun kawasan tematik yaitu Kampung Batik Basurek. Makanya kita melihat langsung kawasan pusat batik di Solo ini,” ucap Wakil Walikota Dedy Wahyudi.

Menurut Dedy, Batik Kain Basurek merupakan produk unggulan yang dimiliki Kota Bengkulu yang mempunyai ciri khas tersendiri. “Kampung Batik Basurek nantinya akan menjadi pusat Batik Basurek di Provinsi Bengkulu, sehingga dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi Bengkulu. Jadi mohon doa dan dukungannya,” harap Dedy.

Turut hadir mendampingi Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Deputi Bank Indonesia Bengkulu, Kepala DPMTSP, Dinas Perindag serta Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.(new/pkt)

Berita Lainnya

Dewan Desak Revisi RJMD Harus Sesuai RJMN

BENGKULU– Wakil Ketua Pansus DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, S.Sos, M.Si mengatakan revisi Perda Rencana …