Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Jembatan Pagar Jati Rawan Ambruk

Jembatan Pagar Jati Rawan Ambruk

MENUMPUK: Material bekas longsor masih terlihat menumpuk di jembatan Pagar Jati.(foto: FINTAH/RB)

BENTENG – Pascabencana alam, tumpukan material yang hanyut terbawa bencana masih ada dan belum disingkirkan sampai saat ini. Hal ini terlihat di jembatan Pagar Jati, bongkahan material tunggul kayu yang lebih besar dan lebih tinggi masih dibiarkan menyangkut di jembatan di jalur lintas yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Akibat hal tersebut, jembatan terancam ambruk, karena pada pondasi di pangkal jembatan sudah terlihat mengalami keretakan. Camat Pagar Jati, Dailani Sabirin, S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Untuk menyingkirkan bekas material harus menggunakan alat berat,” katanya, Minggu (14/7).

Dailani berharap, hal ini bisa dipantau oleh pemilik kewenangan. Kalau memang harus dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri, melalui warga di Kecamatan Pagar Jati, maka harus dibantu dengan peralatan yang cukup, yakni alat berat.

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Ormas Nusantara, Harisna Asari. Menurutnya, Pemerintah Provinsi harus turun tangan untuk memantau sekaligus menyingkirkan bekas material bencana alam tersebut. Kalau terus menerus dibiarkan dikhawatirkan ketika hujan deras datang lagi dengan debit air yang besar, akan merusak dan membuat ambruk jembatan tersebut.

Padahal, jembatan tersebut menjadi akses penting untuk masyarakat dan pegawai pemerintah yang akan bepergian ke beberapa kecamatan misalnya Bang Haji dan Pematang Tiga. “Jangan sampai sudah ambruk, baru sibuk ingin memperbaiki,” jelasnya.

Menurutnya, akan lebih baik kalau memelihara untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Yakni dengan membuang tumpukan material yang bisa juga menyumbat laju air yang lewat di bawah jembatan. (vla)

Berita Lainnya

Penyerobot Lahan Tahura Tak Bisa Urus Sertifikat

BENTENG – Lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok ...

error: Content is protected !!