Minggu , 23 Februari 2020
Home / Borgol / Keluarga Minta Pelaku Ditangkap

Keluarga Minta Pelaku Ditangkap

DIMAKAMKAN: Jenazah Yeta Maryati (35) saat diberangkatkan menuju ke tempat pemakaman umum di Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Minggu (14/7).(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Korban penyiraman air keras, Yeta Maryati (35) warga Perumdam Belakang RT 10 RW 03 Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin (14/7). Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu usai terkena siraman air keras pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB Jumat (12/7).

Pelaku penyiraman yakni Herianto (32) yang merupakan suami korban namun berstatus pisah ranjang. Jenazah anak sulung dari enam bersaudara tersebut sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, kemarin. Adik kandung korban, Rulita Mandasari (29) saat ditemui di rumah duka mengatakan pihak keluarga meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

“Harapan kami dari keluarga agar bapak Kapolda dan Kapolres bisa menangkap pelaku serta menghukum berat pelakunya,” kata adik ketiga korban ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan pelaku terhadap kakaknya tersebut sangat kejam sekali. Rulita menuturkan saat kejadian tersebut sang kakak sudah tak berdaya kendati sudah sempat diancam, dianiaya hingga akhirnya disirami dengan air keras. Air keras dalam botol itu diletakkan di atas kepala korban dan dipecahkan pakai pisau yang dibawanya. “Ini memang sudah direncanakannya. Kami mohon sekali agar ini dapat diusut tuntas,” harap Rulita yang tak kuasa menahan kesedihan atas meninggalnya kakak kandungnya itu.

Korban Sudah Ditalak

Yeta sendiri ditemukan dalam kondisi tersiram air keras yang diduga dilakukan Herianto di dalam kamar Hotel Gumay di kawasan Kelurahan Tanah Patah. Korban Yeta dan Herianto merupakan pasangan suami istri yang saat ini berstatus pisah ranjang. Sebelum Yeta menikah dengan Herianto, ia merupakan seorang janda beranak dua. Setelah dinikahi Herianto, mereka kini memiliki seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun.

Sejak 5 bulan terakhir, setelah Herianto menjatuhkan talak, korban mengontrak di rumah bedengan tidak jauh dari rumah orangtuanya. Kendati sudah menjatuhkan talak kepada korban, Herianto diketahui belum mau berpisah dengan korban. Hingga pada satu hari sebelum kejadian yakni Kamis (11/7), korban yang saat itu baru pulang dari Pasar Panorama bertemu dengan Herianto di kawasan Taman Remaja, Lingkar Timur.

Saat itu Herianto bersama dengan temannya. Herianto memaksa korban ikut dengannya, lalu diajaknya pergi jalan dengan menggunakan motor milik korban. Pelaku kemudian mengajak korban berkeliling di sepanjang kota Bengkulu hingga akhirnya check in di kamar Hotel Gumay, Tanah Patah sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika check ini, pelaku menyamar dengan nama lain yakni Jon. Di kamar hotel korban sempat diancam oleh pelaku lantaran dituding telah berselingkuh dengan pria lain. Korban yang tak kuasa melawan lantaran takut keselamatan dirinya akhirnya menuruti semua keinginan pelaku.

Penyiraman air keras itu sendiri diduga terjadi saat korban sedang tertidur. Pelaku sudah menyiapkan air keras dalam botol. “Kakak saya dituduh berselingkuh, padahal tidak, orang yang disebutkan itu hanya sebatas rekan kerja kakak saya saja, tidak lebih dari itu,” ungkap adik korban, Rulita.

Penuturan salah seorang saksi, Lenita (29) yang merupakan cucu dari pemilik Hotel Gumay, pada saat kejadian sempat mendengar keributan karena ia tinggal persis di sebelah hotel. Saat ditemui di rumah duka kemarin, Lenita membenarkan saat check in di hotel pelaku menyamar pakai nama lain yakni Jon. Saat check in, pelaku hanya berdua dengan korban.

“Malam itu, pelaku ini sudah sempat akan kabur pakai motor korban, namun karena pagar terkunci, motor korban ditinggalkan saja dalam kondisi hidup mesinnya, pelaku langsung kabur,” tutur Lenita.(zie)

Berita Lainnya

Hutang Diduga Dibayar Cek Kosong, Warga Selebar Lapor Polisi

BENGKULU– Naas dialami Boby Djanius (41), warga Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Ia …