Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Metropolis / Replanting 1.500 Hektare Kebun Sawit

Replanting 1.500 Hektare Kebun Sawit

Ricky Gunawan

BENGKULU – Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu tahun ini akan melakukan replanting (peremajaan) kebun sawit. Dengan umur tanaman kelapa sawit yang sudah banyak di kisaran 20-25 tahun, tentu saja memerlukan peremajaan dan  menjadi hal yang wajib.

Tahun ini, sekitar 1.500 hektare kebun sawit masyarakat yang tidak produktif akan dilakukan peremajaan. Peremajaan bertujuan untuk untuk tingkatkan pendapatan petani dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Provinsi Bengkulu.

Kadis TPHP Provinsi Bengkulu, Ricky Gunawan mengatakan lahan tanaman sawit perkebunan rakyat yang tidak produktif lagi akan mendapatkan peremajaan. Peremajaan tersebut seluas 1.500 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten di antaranya Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Utara.

Untuk peremajaan tanaman sawit di Bengkulu Utara dan Mukomuko sekarang ini sudah berjalan namun untuk wilayah Seluma dan Bengkulu Selatan masih dalam tahap sosialisasi. Jika tidak ada kendala dalam waktu dekat ini juga akan direalisasikan peremajaan tersebut.

“Tahun ini seluas 1500 hektar lahan yang kita remajakan,itu tersebar dibeberapa kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, Peremajaan tersebut dibiayai secara gratis oleh pemerintah melalui dana APBN. Anggaran sebesar Rp 25 juta perhektare lahan yang disiapkan pemerintah secara gratis tersebut, diperuntukkan untuk biaya pembersihan lahan, pembelian bibit, biaya penanaman dan biaya lainnya. Dana tersebut akan langsung disalurkan Dinas TPHP Bengkulu ke rekening kelompok tani bersangkutan.

Peremajaan kebun sawit rakyat ini dilakukan Dinas TPHP Bengkulu guna meningkatkan produksi hasil panen sawit masyarakat ke depan. Dengan meningkatnya produksi hasil panen, maka pendapatan petani akan meningkat, sehingga kesejahteraan petani akan membaik ke depan. Hal ini dilakukan karena sebagian tanaman sawit milik petani sejumlah daerah sudah tidak produktif lagi karena usianya sudah di atas 25 tahun.

Tanaman sawit yang berada dikisaran umur 20-25 tahun  sudah perlu dilakukan peremajaan tanaman karena sudah tidak produktif hasilnya. “Ya sudah banyak yang kisaran 20-25 tahun, untuk itu kita lakukan secara bertahap peremajaan perkebunan sawit milik rakyat tersebut karena memang anggarannya dari pusat dan terbatas,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Giliran Mantan Kadis dan Kabid PUPR Buka Suara Soal Tudingan Peras Kontraktor Taman Berendo

BENGKULU –  Adanya surat laporan kontraktor proyek pembangunan Taman Berendo yang bergulir ke Kejaksaaan Agung ...

error: Content is protected !!