Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Berita utama / Surati KPK, Awasi Pilwagub

Surati KPK, Awasi Pilwagub

Panji Suminar

BENGKULU – Pemilihan wakil gubernur Bengkulu (Pilwagub) akan segera dilangsungkan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk  mengawal proses pemilihan orang nomor dua di Bumi Rafflesia itu.

Permintaan muncul dari berbagai element masyarakat. Salah satunya Wahana Muda Indonesia (WMI) Bengkulu. “Segera kami akan mengirimkan surat ke KPK. Menyampaikan kalau dalam waktu dekat akan ada Pilwagub Bengkulu. Sekaligus meminta agar ikut melakukan pengawasan. Terutama di DPRD Provinsi Bengkulu,” kata Koordinator Bidang Politik WMI Bengkulu, Yusliadi, kemarin.

Pengamat Politik Universitas Bengkulu Dr. Panji Suminar mengatakan dalam pemilihan wakil gubernur nanti, keterlibatan publik dalam pengawasan sangat penting. Publik harus dilibatkan dalam pengawasan supaya tidak terjadi fenomena transaksional. Sehingga pemilihan betul-betul berdasarkan kompetensi, siapa yang layak dia yang mendampingi gubernur. “Publik harus mengawasi,” katanya.

Namun jika penegak hukum seperti KPK ingin masuk mengawasi juga tidak apa-apa. Sebab tidak ada aturan hukum yang melarang. “Kalau KPK atau penegak hukum lain mau masuk tidak ada masalah. Justru yang lebih penting publik lebih terlibat adalah pelibatan publik ini sangat dibutuhkan menjaga pemilihan legislatif berjalan dengan bersih. Mudah-mudahan tidak terjadi transaksional,” paparnya. Juru Bicara KPK Febri Diansyah, SH maupun Korsupgah KPK Aldiansyah M Nasution kemarin belum menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan Whatsap maupun via telfon. Terkait masuk atau tidaknya KPK dalam mengawasi proses pemilihan wakil gubernur Bengkulu ini

Sementara itu, dua nama calon wakil gubernur, Muslihan DS dan Dedy Ermansyah, SE sama-sama punya peluang besar dalam pemilihan cawagub oleh DPRD Provinsi Bengkulu nantinya. Namun tentu saja, yang memiliki dukungan lebih banyak, akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bengkulu Azhar Marwan mengatakan peluang keduanya sangat ditentukan oleh kekuatan basis dukungan dari sesama parpol pengusung. Sebab kedua kandidat cawagub ini tentu akan berjuang untuk merebutkan suara mayoritas di luar dari parpol pengusung. Karena baik itu parpol pengusung maupun parpol kompetitor dalam Pilgub lalu kebanyakan berada di luar mereka. “Sehingga secara logika politik kandidat yang lebih disepakati oleh sesama parpol pengusung sedikit lebih diuntungkan,” kata Azhar Marwan.

Walaupun dua nama tersebut muncul dari hasil rembuk parpol, namun pasti ada kecenderungan keberpihakan. Muslihan didukung oleh Hanura, yang memiliki dua kursi di DPRD Provinsi. Nama Muslihan lebih dulu masuk ke gubernur dibandingkan nama Dedy Ermansyah yang didukung oleh NasDem yang memiliki empat kursi di DPRD. Tentunya Hanura dan NasDem akan berjuang supaya kadernya bisa lolos.

Tinggal lagi PKB pemilik empat kursi dan PKPI pemilik dua kursi menentukan arah dukungannya. Apakah mereka memilih mendukung Muslihan, sehingga basis dasar suara Muslihan menjadi enam kursi atau enam suara. Atau mendukung Dedy sehingga basis dasar suara Dedy menjadi delapan kursi. “Tentu yang mendapatkan dukungan dari partai pengusung akan lebih diuntungkan,” terangnya.

Kemudian yang menentukan kemenangan adalah partai di luar partai pengusung, yang merupakan partai pemenang dalam Pemilu periode saat ini. Seperti Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat dan PKS dan lainnya. Dedy dan Muslihan akan berjuang sepenuh hati untuk mendapatkan dukungan dari para anggota DPRD yang diusung dari partai di luar pengusung gubernur. Sebab ada 35 suara yang akan diperebutkan, dan itu menjadi penentu kemenangan. Azhar Marwan mengatakan, disini letak pertarungan Muslihan dan Dedy bagaimana mereka melakukan strategi pendekatan.

“Inilah fenomena yang menarik dalam kontestasi pilwagub nanti. Sebab penentu kemenangan itu berada pada parpol di luar partai pengusung, apalagi mereka memiliki suara mayoritas. Jadi kunci kemenangan itu ada disitu,” katanya.

Tinggal bagaimana mereka memainkan langkah pendekatan baik personal maupun melalui jalur partai.  Kedua kandidat ini juga sama-sama memiliki pengalaman pergaulan yang sama disaat duduk di “Padang Harapan”. Kedekatan personal dan emosional selama ini bisa juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun komunikasi.  Apalagi kedua kandidat merupakan orang lama yang berkecimpung di dunia politik maupun sebagai pengurus parpol.

“Makanya agak sulit orang untuk memetakan siapa yang akan muncul sebagai pemenang , artinya peluang antara keduanya sama terbuka lebar,” terangnya.

Pendekatan personal, emosional akan sangat mempengaruhi. Rekam jejak pergaulan mereka di Padang Harapan ikut menentukan kunci kemenangan. Sebab akan menggampangkan proses pendekatan, strategi pendekatan dan negosiasi. “Siapa yang miliki kedekatan interpersonal akan lebih menguntungkan,” terangnya.

Dalam pemilihan nanti, mekanismenya adalah satu dewan satu suara. Untuk mendapatkan suara itu lebih pada pendekatan personal. Dia berpendapat kalau pendekatan jalur partai lebih liar sebab pemilihan lebih pada pertimbangan pribadi. “Pendekatan jalur partai bisa intruksi dari partai tidak lepas juga pendekatan personal. Karena orang partai bagian dari teman mereka selama ini,” katanya.

Sementara itu saat ini dua nama cawagub yang sudah diusulkan partai pengusung masih ditangan gubernur. Belum diajukan ke DPRD Provinsi Bengkulu untuk dilakukan pemilihan oleh dewan.  Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri saat dikonfirmasi mengenai jadwal penyerahan dua nama cawagub belum mengetahui informasi tersebut. “Saya belum tahu,” singkatnya.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Edison Simbolon mengatakan, saat ini DPRD masih menunggu dua nama cawagub yang sudah diusulkan partai pengusung. Setelah masuk ke dewan, maka akan segera diagendakan oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD. Setelah masuk dalam agenda Banmus, dewan akan rapat membuat kepanitiaan. Bisa dalam bentuk pantia biasa atau juga panitia khusus (pansus). “Setelah panitia ini terbentuk baru akan dibuatkan tata tertib pemilihan,” terangnya.

Setelah tata tertib dibuat barulah dilakukan pemilihan wakil gubernur, satu dewan satu suara. Lalu bagaimana dengan Dedy yang masih menjadi anggota dewan? Edison mengatakan tetap akan mendapatkan hak suara untuk memilih. “Semoga dalam minggu ini pak gubernur ada waktu untuk menyerahkan nama cawagub itu. Biar bisa cepat kita proses biar clear. Waktunya jugakan sudah singkat. Selain itu juga dua nama itu kan sudah tidak bisa diubah lagi. Sehingga bisa cepat kita agendakan di Banmus ,” katanya.(del)

Berita Lainnya

HUT RI ke -74, 1493 Narapidana Lapas Bengkulu Dapat Remisi

BENGKULU– Sebanyak 1.493 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bengkulu mendapatkan Remisi Umum (RU)  17 Agustus ...

error: Content is protected !!