Jumat , 23 Agustus 2019
Home / Metropolis / Ahli Waris Beri Waktu Seminggu

Ahli Waris Beri Waktu Seminggu

UPACARA: Sejumlah siswa-siswi dan para guru SD Negeri 62 Kota Bengkulu, melakukan kegiatan upacara bendera di hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7).(foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Meski Pemerintah Kota (Pemkot) telah berhasil melakukan mediasi dengan ahli waris lahan SDN 62 Kota Bengkulu yang berada di Sawah Lebar, Minggu (14/7) malam, tampaknya persoalan tersebut, bakal belum tuntas sepenuhnya. Pihak ahli waris memberikan kesempatan Pemkot hingga 7 hari ke depan untuk menyelesaikan proses ganti rugi lahan.

“Kami memberikan waktu 7 hari untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan kepada ahli waris. Karena itu mencakup kepentingan bersama. Kami minta kepada Dinas Pendidikan untuk berjuang bersama sama agar permasalahan ini cepat terselesaikan,” ujar Kuasa Hukum Ahli Waris Atiyah, Jecky Haryanto, SH, Senin (15/7).

Pantauan RB, di hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7) gerbang utama sekolah yang sempat disegel sudah dibuka. Bahkan, para siswa tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, seperti kegiatan upacara bendera rutin setiap Senin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota, Dra. Rosmayetti, MM mengatakan, Pemkot sudah berusaha menyelesaikan permasalahan ini, yaitu dengan menganggarkan dana ganti rugi Rp 1 miliar dalam APBD 2019. Namun dari pihak keluarga (alih waris) belum mau menerima.

“Maka dari itulah penyebabnya kita mencari solusi, yaitu dengan mencari lahan baru di sekitar kelurahan ini. Untuk pembangunan sekolah pengganti dari bangunan SDN 62 ini,” ungkap Rosmayetti.

Rosmayetti berharap,  pihak alih waris untuk memberikan kesempatan kepada Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar. Ia juga menjamin proses belajar mengajar di SDN 62 akan berjalan dengan aman dan tidak akan terganggu.

“Minggu (14/7) malam dan tadi (kemarin, red) kita sudah melakukan mediasi, proses belajar mengajar akan berjalan seperti biasanya. Kami berharap permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik, sembari menunggu proses yang tengah dituntaskan, sehingga pendidikan siswa berjalan dengan  baik,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota, Rena Anggraini, SP menilai, persoalan sengketa lahan ganti rugi SDN 62 Kota Bengkulu sudah harus dituntaskan tahun ini. Ia meminta, Pemkot untuk bijak dalam hal ini, lantaran  hasil perhitungan nilai harga (ganti rugi lahan) yang sudah keluar sejak lama. Maka Pemkot harus cepat segera menindaklanjuti segera.

“Kita berharap Pemkot jangan terkesan lamban dalam penanganan masalah lahan tersebut. Sebab masalah ini sudah lama, dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Jangan sejumlah murid dan para guru terus terkena imbasnya dari polemik sengketa lahan tersebut,” kritik Rena.

Selain itu, lanjut Rena, apabila masalah sengketa lahan SDN 62 tersebut masih dibiarkan lamban, maka dampaknya proses belajar dan mengajar akan terus terganggu. “Apalagi kita tidak inginkan jangan sampai mental dan psikologis anak menjadi terganggu, gara-gara persoalan sengketa lahan ini tak kunjung tuntas. Karena anak murid tidak tahu sebab menyebabnya kenapa sekolah mereka tersebut tak kunjung tuntas tersebut. Hal inilah yang terus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Bahkan sejumlah orangtua siswa SDN 62 Kota Bengkulu juga menyayangkan persoalan sengketa lahan SDN 62 tak kunjung tuntas dari walikota Helmi Hasan menjabat kepemimpinan dua periode.  “Pak walikota tolong anak-anak kami ini hanya butuh sekolah saja. Tolong tuntaskan masalah ini secepatnya pak. Kasihan anak-anak proses belajarnya terganggu kalau sekolah akan disegel terus,” tukas Nuryanti salah satu wali murid SDN 62 Kota Bengkulu. (new)

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!