Jumat , 28 Februari 2020
Home / Daerah / Kaur / Diduga Himpun Fee, Bos KPHL Diperiksa

Diduga Himpun Fee, Bos KPHL Diperiksa

DIPERIKSA: Tampak Kepala UPTD KPHL Kaur saat diperiksa penyidik Tipikor sebagai saksi Senin (15/7) .(foto: ist/rb)

KOTA BINTUHAN – Dugaan korupsi dana bantuan Kemenpora RI tahun 2017 dan 2018 di Kaur bakal menyeret salah satu pejabat Provinsi Bengkulu. Senin (15/7) polisi memeriksa Mn, mantan Kepala Samsat Kaur, yang saat ini menjabat Kepala UPTD KPLH Kaur dibawah Dinas LH dan Kehutanan Provinsi Bengkulu.

Mn diindikasi terlibat dalam pengurusan dana bantuan Kemenpora RI untuk pembangunan GOR mini dan lapangan olahraga di desa-desa di Kaur. Bahkan Mn juga diduga terlibat dalam pengambilan fee dari setiap desa, untuk diberikan kepada oknum yang bekerja di Kemenpora RI.

“Mn kita periksa sebagai saksi kunci. Karena dia juga ikut mentransferkan fee dari desa ke oknum, dan jumlahnya cukup besar. Untuk pemeriksaan lanjutan akan kita lakukan lagi nantinya minggu depan. Kita ingin bukti transfer (uang fee, red) seperti yang disampaikan saksi,” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat,S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau.

Saat itu, Mn masih menjabat sebagai Kepala Samsat Kaur. Namun latar belakang Mn pernah menjadi salah satu Kabid di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, membuat dia mempunyai jaringan ke Kemenpora RI. Dari keterangan penyidik, ada delapan desa yang Mn diduga ikut mengumpulkan fee bantuan Kemenpora itu. Tetapi bukan hanya dianggaran tahun 2017-2018 saja, tetapi sejak tahun 2016. Namun penyidik belum mau menyebutkan jumlah yang telah terkumpul oleh Mn dan yang ditransferkan ke oknum di Kemenpora.

Kendati demikian Mn hingga saat ini statusnya masih saksi. Pemeriksaan terhadap Mn kemarin belum tuntas. Penyidik meminta Mn datang kembali Senin pekan depan untuk membawa bukti transfer uang fee ke oknum yang bekerja di Kemenpora RI, sebagaimana pengakuannya pada penyidik.

Ada 26 pertanyaan yang diajukan penyidik pada Mn kemarin. Seputar fee dan aliran dana Kemenpora RI yang disalurkan ke desa-desa. Kemudian oleh saksi dan salah satu oknum di desa diminta memberikan fee hingga 30 persen. Aliran dana itulah yang saat ini masih terus dikejar oleh penyidik. Siapa yang menikmati dan mengambil semuanya.

Total bantuan Kemenpora RI untuk 14 desa di Kaur mencapai Rp 2,2 miliar. Untuk pembangunan saran dana prasarana olahraga. Saat ini bangunannya sudah banyak yang rusak. Karena diduga pembangunannya tidak sesuai dengan RAB. Saat ini sudah tiga saksi diperiksa, mulai dari Ed, He dan yang terakhir Mn.

“Setelah ini masih ada satu saksi lagi yang kita periksa. Setelah itu baru kita gelar dan penetapan tersangka,” pungkas Kasat Reskrim.(cik)

Berita Lainnya

SMAN 1 Kaur Dominasi 10 Besar BJB 2020

KOTA BINTUHAN – Hasil seleksi beasiswa Bintang Jemput Bintang tahun 2020, 10 besar didominasi dari …