Jumat , 23 Agustus 2019
Home / Metropolis / Kerusakan Terminal Disorot

Kerusakan Terminal Disorot

Heri Ifzan

BENGKULU – Anggota DPRD Kota Bengkulu lintas komisi menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Terminal Sungai Hitam, Senin (15/7) siang. Kedatangan rombongan dewan ini untuk melihat langsung puing-puing bangunan eks warung remang-remang (Warem) yang dibongkar paksa oleh Pemerintah Kota Bengkulu, dengan dipimpin langsung oleh Wakil Walikota (Wawali), Dedy Wahyudi beberapa waktu lalu.

Dari pantauan RB, Sidak dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota, Baidari Citra Dewi, beranggotakan Heri Ifzan, Rena Anggraini, Mardensi, Iswandi, Sudisman, Kusmito Gunawan, dan Zulaidi. Saat Sidak rombongan melihat langsung bekas puing bangunan yang dibongkar dengan menggunakan alat berat beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Pansus Aset DPRD Kota, Heri Ifzan, SE mengungkapkan, pihaknya melihat ada kesalahan fatal yang dilakukan Pemkot dalam pembongkaran paksa bangunan di lokasi tersebut. Sebab menurutnya, jika melihat sejarahnya dulu sebagian dari bangunan tersebut didirikan menggunakan APBD sehingga statusnya merupakan aset daerah.

“Karena hal ini dibuktikan adanya Surat Tanda Bukti Hak Menempati (STBHM) yang sempat dimiliki oleh masyarakat. Apalagi STBHM diterbitkan ketika barang atau tempat yang ditempati masyarakat tersebut merupakan bagian dari aset daerah,” ujar Heri.

Jadi ketika ini aset daerah tentu ada aturannya seperti Permendagri Nomor 19 Tahun 2006 bahwa setiap penghapusan itu harus menerbitkan Surat Keputusan Walikota. “Nah, apakah SK penghapusan aset itu sudah diterbitkan atau belum? Sebelum barang ini dihancurkan. Ini jadi pertanyaan,” papar Heri didampingi dewan lainnya.

Selain itu ditambahkan Heri, dewan menduga jika Pemkot belum mengeluarkan SK penghapusan aset tersebut. Maka bila hal itu benar terjadi, tentu pembongkaran yang dilakukan tersebut termasuk dalam kasus perusakan aset daerah. “Sebab dalam penghapusan aset itu DPRD wajib mengetahui tentang SK tersebut, namun sampai kini tidak ada keterangan apapun dari Pemkot. Maka dari itu Pansus aset akan melakukan penelusuran mendalam terkait dugaan ini, sehingga bisa menentukan langkah apa yang akan diputuskan,” terangnya.

Seperti diketahui, pembongkaran paksa bangunan warung remang dilakukan Pemkot beberapa waktu lalu di Terminal Sungai Hitam, karena banyaknya laporan dari masyarakat setempat yang tidak nyaman dengan aktivitas di warung remang tersebut. Sebelum dibongkar Pemkot telah sering memberikan peringatan kepada pemilik warung untuk tidak menyalahgunakan izin usaha itu menjadi tempat maksiat dalam bentuk apapun. Hanya saja, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pedagang sehingga dilakukan pembongkaran paksa.

“Jadi kita melihat jumlahnya cukup banyak pedagang yang menempati lokasi ini sekitar 70 KK yang menempati.  Artinya ada 70 sekitar STBHM, berarti ada iuran bulanan yang wajib mereka bayar, tentu ini harus jadi pertimbangan sebelum dibongkar waktu itu. Inilah yang akan kita telusuri lebih dalam,” imbuh Heri. (new)

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!