Jumat , 20 September 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Pembunuh di Rumah Janda Rupanya Mantan Atlet Wushu

Pembunuh di Rumah Janda Rupanya Mantan Atlet Wushu

RELEASE: Kasat Resktim AKP Andi Kadesma, S.IK didampingi Kapolsek BU Ipda Murullah, S.Tr.K saat menggelar release Selasa.

CURUP – Berbagai fakta baru muncul dari kasus dugaan penganiayaan yang berujung kehilangan nyawa yang terjadi di Desa Air Pikat Kecamatan Bermani Ulu (BU) Sabtu (13/7) malam lalu. Diketahui pelaku Buntara (30) warga Desa Sukarami Kecamatan BU merupakan duda anak dua dan seorang mantan atlet Wushu berprestasi dan pernah mengharumkan nama Kabupaten RL.

Sementara itu, untuk korban sendiri yang diketahui bertetangga dan berteman dengan pelaku, diketahui masih memiliki istri sah. ‘’Dari hasil penyidikan kita, untuk pelaku berstatus duda dan keterangannya merupakan mantan atlet wushu. Sedangkan untuk korban diketahui masih memiliki istri sah,’’ terang Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma, S.IK didampingi Kapolsek BU Ipda Aldino Murullah, S.Tr.K saat release kemarin.

Dijelaskan Andi, dari hasil penyidikan sementara, motif penganiayaan hingga menghilangkan nyawa tersebut, memang karena cemburu. Pelaku sempat melihat chatingan saksi dengan korban menggunakan kata-kata sayang. Padahal pelaku juga memiliki hubungan asmara dengan saksi yang diketahui merupakan janda yang memiliki dua orang anak.

Dilanjutkan Andi, saat mengetahui hal tersebut, pelaku langsung marah kepada korban. Apalagi pelaku mengetahui korban masih punya istri yang sah. Sehingga terjadilah cekcok mulut dan korban mengeluarkan sajam untuk menikam pelaku.

‘’Namun saat itu, pelaku berhasil merebut sajam milik korban dan akhirnya menyerang balik korban. Meskipun sempat dilerai saksi, namun kejadian berdarah tersebut tidak terelakan. Korban sempat lari keluar loksai kejadian dan meminta tolong warga. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri,’’ lanjut Andi.

Ditambahkan Andi, pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 junto pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). ‘’Ancaman pidananya cukup berat, yaitu diatas lima tahun penjara. Tersangka masih menjalani pemeriksaan dan untuk berbagai barang bukti sudah kita amankan untuk kepentingan penyidikan,’’ demikian Andi.

Sementara itu, Buntara saat diwawancarai RB mengaku sangat menyesal dengan kejadian tersebut. Apalagi dirinya dan korban memang saling kenal, bertetangga bahkan berteman. Namun saat kejadian dirinya kesal dengan korban yang ternyata menjalin hubungan dengan saksi, padahal korban masih punya istri.

‘’Kami berteman pak dan memang barengan kerumah GM (saksi kunci, red) dan awalnyo dak nyangko. Tapi pas lihat chatingan GM sama korban saya kesal pak, apolagi pakai kata-kata sayang. Saya omong pak ‘Kau ko idak masuak nian bus, awak lah bebini (kamu tidak sesuai, padahal sudah punya istri, red). Dio malah emosi sambil mengeluarkan pisau mau menusuk saya. Tapi saya langsung tangkap sampai akhirnyo berhasil merebut pisau tuh pak,’’ ucap Buntara bernada menyesal.(**)

Berita Lainnya

17 Hektare Lahan Terbakar

CURUP – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong (RL) mencatat sepanjang dua bulan belakangan, ...

error: Content is protected !!