Jumat , 20 September 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Sekolah Dihiasi Bangku Kosong

Sekolah Dihiasi Bangku Kosong

BENTENG – Siswa lulusan SMP di Benteng banyak kurang tertarik melanjutkan pendidikan ke SMK. Dibuktikan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, tidak ada satupun SMK di Benteng yang mendapatkan siswa baru sesuai dengan jumlah kuota. Bahkan kondisi saat ini mereka kekurangan siswa baru.  Ini harus menjadi perhatian serius oleh Pemkab Benteng. Sebab kurangnya animo sekolah di SMK ini membuat banyak ruang kelas yang disiapkan untuk siswa baru, kosong.

Bahkan  SMKN 1 Benteng di Desa Sirkuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, meskipun berada di daerah padat penduduk, namun nyatanya dari 128 kuota hanya ada 95 siswa baru.

Ketua MKKS  SMK se Benteng Arif Rahman Paksi, S.Pd menjelaskan bahwa lulusan SMP di Benteng banyak yang mendaftar melanjutkan pendidikan di luar Benteng. Daerah tujuan terbanyak adalah di Kota Bengkulu. “Kami memiliki kuota sebanyak 256 orang. Namun, siswa yang mendaftar 167 siswa saja,” kata Arif yang juga Kepala SMKN 2 Benteng ini.

Arif mengakui ini memang tidak sesuai harapan. Karena masih menyisakan beberapa bangku yang kosong.  Arif melihat, trend siswa lulusan Benteng yang melanjutkan pendidikan keluar Benteng angkanya cukup besar. Untuk yang meminta rekomendasi masuk ke SMK di Kota Bengkulu saja, angkanya mencapai 300 siswa lebih. Belum lagi yang masuk ke SMA Kota Bengkulu, angkanya tidak terdata. Bahkan beberapa siswa sudah berpindah kartu keluarga (KK) di Kota Bengkulu saat duduk di kelas tiga SMP. “Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk bisa masuk kesekolah tertentu di Kota Bengkulu, karena sistem zonasi,” katanya.

Tidak terpenuhinya kuota siswa baru juga terjadi di tingkat SMP. Kepala SPMN 3 Benteng, Supriyanto, S.Pd menjelaskan dari 129 kuota hanya bisa terisi 173 siswa baru. Sistem zonasi menjadi salah satu penyebab kurangnya siswa mendaftar di sekolahnya. Belum lagi, beberapa lulusan SD juga ada yang melanjutkan pendidikan keluar Benteng, mislanya ke pesantren. Hal ini juga mengurangi angka untuk peluang penambahan siswa baru di sekolah.

“Akan menyisakan kursi kosong juga di kelas karena kuota siswa baru tidak terisi semua,” jelasnya.

Hal yang sama juga dialami SMPN 30 Benteng, Disampaikan Kepala SMPN 30, Erriyanto, S.Pd bahwa dari 3 ruang belajar untuk siswa baru, yang berjumlah 96 kuota siswa baru, hanya terisi sebanyak 42 siswa. Hal ini jelas tidak sesuai dengan target dan juga sarana pendukung yang dimiliki SMPN 30 Benteng.

“Kuota siswa baru kami tidak sampai 50 persen,” ujarnya.

Dari sekolah yang tidak terpenuhi kuota tersebut, meskipun sudah mulai masuk tahun ajaran baru namun sekolah masih diberikan kewenangan untuk menerima siswa baru apabila ada yang mendaftar. Hal ini untuk mengantisipasi dan menambah jumlah siswa dari kuota yang masih tersisa.

“Sebelum data Dapodik dilaporkan, peluang penerimaan siswa baru masih bisa dilakukan,”  terang Plt. Kadis Dikpora Benteng, Saidirman, SE, M.Si.

Di hari pertama sekolah tahun ajaran baru, seluruh sekolah masih melakukan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari. Materi yang dilaksanakan dalam kegiatan ini selain pengenalan umum lingkungan sekolah, juga beberapa sarana yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di masing-masing sekolah.(vla)

Berita Lainnya

177 Petugas Siaga Karhutla

BENTENG – Sebanyak 177 petugas dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng ditugaskan mengantisipasi ...

error: Content is protected !!