Senin , 16 September 2019
Home / Borgol / Tsk Jalan Kepahiang Berjamaah

Tsk Jalan Kepahiang Berjamaah

Ahmad Tarmizi

BENGKULU – Setelah cukup lama dinanti, akhirnya audit perhitungan kerugian negara atas m dugaan kasus korupsi Preservasi Rehabilitasi Jalan Batas Kepahiang-Simpang Kantor Bupati-Batas Sumatera Selatan (Sumsel), tuntas, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu telah menyampaikan hasil audit ke penyidik Dit Reskrimsus Polda Bengkulu.

Nilai kerugian negara terbilang besar. Dari Rp 31,9 miliar pagu anggaran pengerjaan jalan tersebut ditemukan kerugian negara mencapai Rp 3 miliar. Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol. Ahmad Tarmizi melalui Kasubdit Tipidkor AKBP. Andi Arisandi, S.IK dikonfirmasi RB Senin (15/7) mengakui telah diterimanya hasil audit. “Sudah keluar. Dari BPKP sudah menyerahkan kepada kita, kerugian negara mencapai Rp 3 miliar. Ini menjadi bahan kita untuk menindaklanjuti kasus yang sedang kita tangani ini,” kata Andi Arisandi saat ditemui di Gedung Dit Reskrimsus Polda Bengkulu, Senin siang (15/7).

Dengan telah keluarnya hasil audit tersebut, selangkah lagi penyidik menetapkan tersangka. Akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk kemudian menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek tersebut sebagai tersangka.

Sayangnya Andi belum mau membeberkan gambaran tersangka. Alasannya saat ini masih terjadi tarik ulur gelar perkara lantaran untuk memastikan cukup bukti atau tidak cukup bukti terhadap tersangka yang akan diajukan nanti. ‘’Kita gelar perkara dulu. Tapi masih tarik ulur terkait dengan apakah sudah cukup bukti atau tidak cukup bukti,” bebernya.

Akan tetapi, Andi tak membantah kemungkinan tersangka dalam perkara ini tidak tunggal, tetapi lebih dari dua atau berjamaah. Didasari pengalaman pada kasus-kasus serupa sebelumnya dan modus yang juga sama dengan perkara ini. “Pengalaman-pengalaman dengan kasus yang sama, dengan modus yang sama, tidak mungkin hanya satu orang (tersangka, red). Tergantung modusnya, karena modus tergantung kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan tindak pidana,” paparnya.

Dari informasi yang diperoleh RB pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab dalam perkara ini berasal dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan pelaksana kegiatan. Selain itu, penyidik masih mempertimbangkan pihak lainnya yang saat ini masih terus didalami mengenai cukup bukti atau tidaknya.

Pengusutan yang dilakukan penyidik mendasar dari adanya dugaan pada pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak pekerjaan. Ada dugaan dalam kegiatan tersebut terdapat kekurangan volume pekerjaan hingga ada beberapa titik pekerjaan jalan yang saat ini kondisinya sudah rusak. Apalagi saat ini telah dikuatkan dengan keluarnya hasil audit BPKP yang menemukan nilai kerugian negara terbilang cukup besar. Kecil kemungkinan kasus ini tidak berlanjut ke pengadilan.(zie)

Berita Lainnya

Bayi Meninggal, Dosen Laporkan Oknum Dokter

BENGKULU – Seorang pengacara sekaligus dosen, Ana Tasia Pase, SH, MH, Jumat (13/9) petang melaporkan ...

error: Content is protected !!