Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Metropolis / Dewan Dukung Cari Lahan Pengganti SDN 62

Dewan Dukung Cari Lahan Pengganti SDN 62

Teuku Zulkarnain

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan mencari lahan pengganti SD Negeri 62 Kota Bengkulu mendapat dukungan dari kalangan Anggota DPRD kota. Bahkan disampaikan Wakil Ketua II DPRD kota Teuku Zulkarnain, SE, bahwa pihaknya juga mempersilahkan sejumlah siswa-siswi serta para guru melakukan kegiatan belajar mengajar di gedung DPRD Kota Bengkulu di Bentiring.

“Ketika lahan pengganti masih proses dicari oleh pemkot. Tentu kita mempersilahkan anak-anak dan guru SDN 62 melakukan kegiatan belajar mengajar digedung DPRD ini. Karena ini merupakan gedung rakyat. Apalagi masalah pendidikan ini akan kita utamakan dan mencari solusi terbaik,” ungkap Teuku.

Menurut Teuku, Pemkot bersama DPRD sudah menganggarkan untuk ganti rugi lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 62 Kota Bengkulu tersebut dalam APBD 2019, dipagu anggaran sebesar Rp 1 miliar. “Sementara ini memang sudah dianggarkan Rp 1 miliar, untuk pencicilan ganti rugi terhadap sekolah tersebut. Sebab kemampuan kita itu cicil, tidak bayar langsung,” tegas Teuku.

Dikatakan Teuku, bila pemkot serius akan mencari lahan pengganti untuk SDN 62 tersebut di lokasi baru, maka DPRD kota juga akan sepakat bila hal itu yang terbaik. “Saat ini masih proses pembahasan rancangan APBD perubahan. Kita minta pemkot untuk mensurvei lahan baru disekitar dengan harga yang dinilai pas dan nantinya kita bahas bersama,” tuturnya.

Teuku juga menegaskan, apa yang diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) adalah masalah lahan. Dalam putusan tersebut Pemkot harus membayarkan ganti rugi lahan SDN 62 Kota Bengkulu. “Jadi jika kita lihat dari hasil putusan MA, Pemkot hanya diharuskan membayar uang ganti rugi, dan tidak ada namanya penyegelan atau pembongkaran bangunan. Apalagi bangunan sekolah merupakan aset Pemkot Bengkulu. Dan aset yang berdiri di sana adalah punya negara. Itu tidak boleh dibongkar, kalau dibongkar maka melanggar aturan,” beber Teuku.

Sementara itu Kuasa Hukum Ahli Waris Atiyah, Jecky Haryanto, SH mengungkapkan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari Pemkot terkait dari hasil mediasi pihak ahli waris bersama perwakilan Pemkot yang memberikan kesempatan Pemkot hingga 7 hari ke depan untuk menyelesaikan proses ganti rugi lahan.

“Jadi kita tunggu dalam waktu 7 hari ke depan ini. Kalau tidak ada itikad baik maka sekolah akan kita segel kembali. Karena bangunan gedung sekolah itu berdiri di atas lahan milik ahli waris,” tegas Jecky.

Terkait soal pemkot akan mencari lahan baru untuk SDN 62, sambung Jecky, pihaknya belum mendapatkan laporan itu. “Kita pertanyakan anggaran 1 miliar ganti rugi dalam APBD itu sudah jelas untuk ganti rugi lahan SDN 62. Namun yang kita minta saat ini pemkot menambahkan kekurangan dari penilaian tim appraisal  totalnya Rp 3,4 miliar tersebut, agar di tahun ini tetap dibayar lunas,” beber Jecky.(new)

Berita Lainnya

Diambil Sumpah, 35 Anggota DPRD Kota Dilantik dengan Pengamanan Ketat

BENGKULU- Sebanyak 35 Anggota DPRD Kota Bengkulu diambil sumpahnya Rabu (21/8) pagi. Paripurna Pelantikan Anggota ...

error: Content is protected !!