Minggu , 20 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas

Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas

RAZIA: Satlantas Polres Bengkulu Selatan mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas saat razia, Selasa (16/7).(foto: rio/rb)

KOTA MANNA – Satlantas Polres Bengkulu Selatan (BS) terus menggalakkan razia pengguna kendaraan bermotor di kawasan Kota Manna. Setiap razia dilakukan pengendara yang terjaring selalu didominasi pelajar SMP hingga SMA.

Pada periode Juli ini saja, dari dua kali razia sebelumnya yakni 1 Juli ada 16 pelajar yang terjaring razia. Kemudian pada 11 Juli ada 11 pelajar terjaring. Ditambah 9 pelajar lagi yang terjaring razia di Tebat Rukis, Selasa (16/7). Mereka ditilang lantaran tidak memiliki kelengkapan saat berkendara. Seperti tidak memakai helm dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Bila ditotalkan pada Juli ini sudah 36 pelajar terkena tilang. Bila ditotalkan pada periode 2019 sejak Januari hingga Juli sudah 250 pelajar yang ditilang Satlantas Polres Bengkulu Selatan. Atas hal ini Satlantas Polres BS siap mendatangi sekolah untuk menyosialisasikan peraturan dalam berkendara. Sebab, peran sekolah sangat dibutuhkan untuk mencegah para pelajar membawa kendaraan ke sekolah apabila belum memiliki SIM.

Kasat Lantas Polres Bengkulu Selatan, AKP. Kusman Jaya, SH, MH melalui KBO Satlantas, Iptu Bambang mengakui, saat ini pelanggaran berlalu lintas masih banyak oleh pelajar. Karena setiap kali razia di Kota Manna yang menjadi pusat Kabupaten Bengkulu Selatan masih saja ada pelajar yang terjaring lantaran belum memiliki SIM.

“Ya pada pihak sekolah baik itu SMP hingga SMA silakan buat undangan, Satlantas Polres Bengkulu Selatan siap mendatangi sekolah untuk menyosialisasikan peraturan berkendara,” terang KBO Lantas saat menggelar razia di Tebat Rukis, Selasa (16/7).

Adapun jumlah kendaraan yang terjaring saat razia Satlantas Pores Bengkulu Selatan, Selasa (16/7) diantaranya PNS 3 orang, swasta 25 orang dan pelajar 9 orang. Tilang yang dilakukan 7 lembar SIM, 16 lembar STNK dan 14 motor diangkut. “Rata-rata pelanggaran untuk di luar pelajar yaitu tidak memiliki SIM dan helm pengaman sesuai SNI,” ujar Bambang.

Untuk itu Satlantas Polres Bengkulu Selatan terus mengimbau pada masyarakat Bengkulu Selatan untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas. Sebab, banyaknya pelanggaram yang terjadi dikarenakan kelalaian pengendara dan tidak memiliki SIM. “Untuk pelajar silakan buat SIM di Mapolres Bengkulu Selatan bila sudah cukup umur, prosesnya tidak lama,” imbaunya. (tek)

Berita Lainnya

Bantuan Motor Tempel

KOTA MANNA – Meningkatkan hasil tangkapan nelayan di Bengkulu Selatan,  Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kelautan ...

error: Content is protected !!