Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Metropolis / Walikota: Samisake Wujud Nyata Pemkot untuk Usaha Kreatif

Walikota: Samisake Wujud Nyata Pemkot untuk Usaha Kreatif

KOMPAK: Walikota H. Helmi Hasan, SE foto bersama dengan sejumlah narasumber dan tamu undangan dalam kegiatan workshop ekonomi kreaktif yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di Hotel Santika Selasa (16/7).(foto: ist/rb)

BENGKULU – Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) adalah bentuk keberpihakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu pada usaha kreatif. Hal ini disampaikannya saat membuka workshop peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kota Bengkulu yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di Hotel Santika, Selasa (16/7).

Menurut Helmi, kendala UMKM di tahun 2012 lalu saat periode pemerintahannya yakni keberpihakan pemerintah belum maksimal pada insan kreatif. Karena itu, Pemkot menyusun program Samisake.

“Walaupun Kota Bengkulu hanya punya APBD Rp 1,2 triliun dan terbilang kecil dibandingkan kota lain, namun kita susun sebanyak Rp1 miliar untuk satu kelurahan,” jelas Helmi.

Selain modal, Helmi menambahkan, tempat juga menjadi faktor yang belum tersedia di Kota Bengkulu untuk menjadikan panggung untuk mengembangkan dan menampilkan produk. “Di tahun 2020 kita akan punya gedung atau ruang untuk aktivitas badan kreatifitas, gedung daerah akan kita ubah menjadi kawasan insan kreatif yang ingin menampilkan hasil kreasinya,” kata Helmi.

Dalam kesempatan itu Helmi pun mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan Bekraf ini. Ia harap hal ini akan dapat memacu semangat pelaku usaha. “Saya berharap akan muncul semangat dan dapat mengembangkan kreasi sebanding dengan daerah lain bahkan jadi lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Wawan Rusiawan selaku Direktur Bekraf menyampaikan, Bengkulu sudah cukup melek tentang insan kreatif dengan rencana mengubah gedung daerah menjadi ruang kreatif. “Di Bengkulu ini ada Badan Kreatif yang aktif yakni 4 unit film animasi dan video, 10 aplikasi dan game developer, serta 6 unit Fotografi,” sampainya.

Dikatakan Wawan, pasar adalah faktor yang penting dalam ekonomi kreatif. “Kali ini kita mengundang ahli fotografer Priadi Soefjanto untuk mengajarkan foto produk secara profesional meskipun lewat ponsel. Kita gunakan form evaluasi untuk insan kreatif yang hadir, setelah acara ini berakhir agar memberikan feedback kepada kami,” pungkasnya.

Tampak hadir Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Bengkulu, Hj. Dewi Qoryati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Eddyson, dan diikuti oleh 150 pelaku usaha di Kota Bengkulu.(new/pkt)

Berita Lainnya

Buruh Abadi Makmur Tuntut Gaji UMP

BENGKULU – Sebanyak 50 buruh CV. Abadi Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang impor kayu ...

error: Content is protected !!