Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Metropolis / DPRD dan Pemkot Tandatangani Nota KUPA APBD 2019

DPRD dan Pemkot Tandatangani Nota KUPA APBD 2019

SEPAKAT: Anggota Banggar DPRD Kota Rena Anggraini bacakan laporan hasil pembahasan Rancangan KUPA APBD 2019. (Insert) Ketua DPRD Kota, Baidari Citra Dewi bersama Wawali Dedy Wahyudi bersalaman usai menandatangani KUPA APBD 2019.(foto: wahyu/rb)

BENGKULU – DPRD Kota Bengkulu menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) APBD 2019, Rabu (17/7) siang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Baidari Citra Dewi, didampingi Wakil Ketua II DPRD Kota Teuku Zulkarnain serta dihadiri Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi.

Juru bicara tim banggar DPRD kota, Rena Anggraini menyampaikan, bahwa berdasarkan dari hasil pembahasan Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Bengkulu terhadap rancangan kebijakan umum (KU) perubahan APBD dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara perubahan (PPAS-P) Kota Bengkulu tahun angggaran 2019 dapat dilaporkan sebagai berikut yakni sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD kota adalah sebesar Rp. 58,626 miliar.

“Terjadinya pergesaran mata anggaran belanja di organisasi perangkat daerah Kota Bengkulu. Serta adanya program prioritas pada organisasi perangkat daerah dan adanya asumsi peningkatan PAD,” kata Rena.

Diungkapkan Rena, dari hasil pembahasan yang dilakukan terhadap Rancangan PPAS-P APBD tahun anggaran 2019, perlu dilakukan efisiensi dan efektivitas kinerja satuan organisasi perangkat daerah. “Dalam pembahasan terhadap pripritas plafon anggaran sementara perubahan oleh badan anggaran dan tim anggaran pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara usai menandatangani nota kesepahaman, Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, bahwa pemerintah kota bersama DPRD menandatangani nota kesepakatan kebijakan umum perubahan APBD tahun anggaran 2019 guna mempercepat pembangunan Kota Bengkulu.

“Kesejahteraan rakyat harus diutamakan, sehingga percepatan pembangunan di Kota Bengkulu merupakan manifestasi kesungguhan kita dalam pembangunan sehingga dapat memacu kita untuk terus mencari dan meningkatkan sumber pendapatan guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Wawali.

Dedy berharap, bahwa proses penyusunan perubahan anggaran APBD tahun 2019 dapat diselesaikan secara maksimal. Sebab, APBD ini sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan secepatnya.

“Kebijakan umum perubahan ABPD 2019 disusun karena terjadinya perubahan kebijakan pendapatan dan belanja daerah, perubahan tersebut meliputi perubahan target pendapatan dan belanja sesuai dengan evaluasi penyerapan anggaran pada semester pertama,” ungkapnya.

Menurutnya, diperlukan pergeseran anggaran guna optimalisasi sasaran kinerja pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Struktur belanja pada perubahan pada anggaran tahun ini secara komposisi sudah sangat ideal dimana porsi belanja langsung lebih besar dari belanja tidak langsung,” kata Dedy.

Dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dedy menyampaikan perubahan anggaran ini meningkat cukup besar. “Pada perubahan anggaran 2019 ini secara keseluruhan PAD meningkat sebanyak Rp 8 miliar dan peningkatan ini berasal dari kenaikan pajak retribusi, sehingga sektor pajak ini bisa kita tingkatkan untuk menambah ruang kita dalam membangun kota,” demikian Dedy.(new/pkt)

Berita Lainnya

Buruh Abadi Makmur Tuntut Gaji UMP

BENGKULU – Sebanyak 50 buruh CV. Abadi Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang impor kayu ...

error: Content is protected !!