Jumat , 18 Oktober 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Tiga IRT Terancam 7 Tahun Penjara

Tiga IRT Terancam 7 Tahun Penjara

Pahala Simanjuntak

KEPAHIANG – Apes dialami oleh NS (33), DP (20), dan WR (23) ketiganya warga Kecamatan Tebat Karai. Ketiga wanita yang berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT) ini terpaksa harus mendekam di balik sel tahanan Polres Kepahiang dan terancam pidana penjara maksimal 7 tahun penjara, lantaran kedapatan melakukan pencurian perkakas rumah tangga milik Muhammad Topik (30), yang tak lain adalah tetangga satu desa dengan ketiga pelaku.

Penangkapan atas ketiga pelaku bermula dari, laporan yang dilayangkan korban Muhammad Topik pada 15 Juli lalu. Dalam laporannya, korban mengaku telah kehilangan beberapa perkakas rumah tangganya karena dicuri orang.

Adapun kronologis kejadian, pada Jumat, 24 Mei 2019 sekira jam 13.00 WIB, saat itu korban baru pulang ke rumahnya dari berjualan di pasar. Sesampainya di rumah, korban melihat pintu rumah bagian tengah dan belakang sudah terbuka, dan melihat barang barang korban telah hilang berupa TV LED merek Sharp 24 inci, receiver, magic com, blender, dan sebuah handphone jenis tablet merek Advan.

Atas kejadian tersebut korban merasa tidak senang, dan merasa telah dirugikan. Sehingga korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tebat Karai untuk ditindaklanjuti.

Kapolres Kepahiang, AKBP Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Yusiady, S.IK menerangkan, pascamenerima laporan dari korban, pihaknya dibantu dengan jajaran Polsek Tebat Karai langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi, beberapa saat sebelum kejadian diketahui ada salah satu warga yang melihat ketiga pelaku keluar dari rumah korban.

“Berbekal informasi dari saksi tersebut, kami kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengamankan ketiga pelaku. Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga pelaku, mereka pun mengakui bahwa telah mencuri di rumah milik korban,” terang Yusiady, Rabu (17/7).

Adapun alasan ketiga pelaku nekat melakukan pencurian tersebut, lantaran didasari oleh kebutuhan ekonomi. Namun demikian, apapun alasannya, saat ini ketiganya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Saat ini ketiganya sudah kita amankan bersama beberapa barang bukti hasil curian tersebut. Ketiganya terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” demikian Yusiady. (sly)=

Berita Lainnya

Data Pemilik Mobil Dinas Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal

KEPAHIANG – Guna melakukan penertiban atas aset daerah, mobil dinas (mobnas) bantuan Kementerian Pembangunan Daerah ...

error: Content is protected !!