Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Borgol / 2 Pengunjal BBM dan 2 Operator SPBU Disel

2 Pengunjal BBM dan 2 Operator SPBU Disel

DITAHAN: Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes. Ahmad Tarmizi (paling kiri) memperlihatkan  empat tersangka pelanggaran UU Migas yang saat ini telah ditahan.(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Panjangnya antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khususnya jenis premium dan solar bersubsidi, menjadi perhatian Polda Bengkulu. Bahkan Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Supratman, MH secara tegas menyampaikan jika pihaknya akan menindak tegas bila ada oknum yang melakukan pelanggaran hukum.

Menindaklanjuti perintah Kapolda tersebut, kamis (18/7) Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Reskrimsus Polda Bengkulu melakukan penangkapan 10 orang sekaligus. Dari 10 orang tersebut, 4 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dan dilakukan penahanan di Mapolda Bengkulu. Mereka, EY dan Fa pembeli yang menjual kembali BBM bersubsidi atau pengunjal serta  dua operator SPBU Pagar Dewa, Aw dan Ar.

“Ya 10 orang yang kita amankan, empat diantaranya terindikasi kuat terlibat dalam penyalahgunaan pendistribusian BBM bersubsidi. Mereka ditetapkan sebagai tersangka, dijerat UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas. Kami juga melakukan penahanan guna mempermudah proses hukum lebih lanjut. Sedangkan 6 warga lainnya dilepas, untuk saat ini masih sebagai saksi,’’ jelas Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol. Ahmad Tarmizi didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Kompol. H. Mulyadi, SH.

Untuk modus operandi yang dilakukan para tersangka ini, mereka membeli BBM subsidi jenis premium dan solar secara berulang-ulang di SPBU. Bahkan dalam satu hari bisa antre hingga tiga kali dengan menggunakan sepeda motor yang tangkinya sudah dimodifikasi sehingga bisa memuat BBM lebih banyak. Untuk kelancara pembelian BBM, mereka memberikan fee kepada operator SPBU yang nilai bervariasi antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per sekali pengisian atau perjerigen.

Data diperoleh RB, operasi dilakukan Polda Bengkulu di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu. Di SPBU Padang Jati diamakan masing-masing, Hu, Tr dan Al selaku pengangkut BBM serta He selaku operator SPBU. Dari SPBU ini, petugas mengamankan 10 jerigen BBM jenis premium 2 unit motor Thunder  dan Vespa dengan tangki yang sudah dimodifikasi.

Kemudian dari SPBU Pagar Dewa, polisi mengamankan EY selaku pemilik warung, Am selaku sopir, Aw dan Ar selaku operator SPBU. Dari sini, petugas mengamankan 1 unit mobil pikap L300, dan 5 jerigen isi solar subsidi.

Selanjutnya, dari SPBU Air Sebakul, petugas mengamankan dua orang  masing-masing Fa pembeli dan EC selaku operator SPBU. Selain itu juga berhasil mengamankan 4 jerigen BBM jenis solar subsidi dan 1 unit mobil minibus Phanter.

“Setiap tahun kita menghadapi kelangkaan BBM dan antrean panjang. Andai pihak SPBU tidak mau bekerja sama ini akan selalu berulang. Kita tekankan kepada pihak SPBU untuk tidak lagi menjual BBM bersubsidi ke pembeli yang membawa jerigen atau kendaraan yang tangkinya sudah dimodifikasi. Semua pihak harus mengawasi, sehingga kuota BBM yang diberikan tidak akan terjadi kelangkaan lagi,” demikian Ahmad Tarmizi.(zie)

Berita Lainnya

Polres Usut Proyek di DKP Kota

BENGKULU – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Bengkulu saat ini sedang mengusur ...

error: Content is protected !!