Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Banyak Lapak Liar, PAD Tak Maksimal

Banyak Lapak Liar, PAD Tak Maksimal

BONGKAR: Satpol PP Kota Bengkulu membongkar kios yang berdiri di atas trotoar dan badan jalan di kawasan Pasar Panorama, Kamis (18/7).(foto: yudi/rb)

BENGKULU – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pedagang Pasar Panorama tahun 2018 lalu, sebesar Rp `144 juta, hanya tercapai 80 persennya saja. Penyebab utamanya adalah, banyaknya pedagang kaki lima (PKL) liar yang berjualan di sembarangan tempat dan tidak memiliki izin. Sehingga petugas pun tak memiliki dasar untuk memungut retribusi kepada PKL liar itu.

Hal ini dikatakan Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Hj Dewi Dharma M.Si. Ditegaskannya, pihaknya tidak bisa menarik PAD dari lapak-lapak pedagang yang berada di luar kawasan Pasar Panorama. Karena lapak itu ilegal, ia berkordinasi dengan Satpol PP agar dilakukan penertiban. Selama ini PAD di kawasan Pasar Panorama tidak pernah terpenuhi dikarenakan banyaknya lapak yang tidak mempunyai izin tersebut.

“Karena lebih dari setengah pedagang jualan di luar, yang diluar kita tidak bisa tarik PADnya, oleh karena itu kami lakukan penertiban,”ungkapnya. Disperindag lebih setuju para PKL itu dipindahkan atau dialokasikan ke dalam kawasan pasar. Agar PAD bisa lebih maksimal, Dewi mengusulkan Pasar Panorama perlu dilakukan revitalisasi total agar lebih tertib dan tertata.

Bongkar Lapak Ilegal

Sementara itu, Kamis (18/7) siang, Satpol PP Kota Bengkulu bersama dengan Disperindag Kota Bengkulu melakukan penertiban pedagang di Jalan Semangka dan Jalan Salak Pasar Panorama. Pedagang yang berjualan di atas badan jalan dan trotoar langsung diteribkan dengan cara pembongkaran paksa. Penertiban ini dilakukan setelah teguran dan surat peringatan tidak digubris para pedagang.

Pantauan RB di lapangan, setidaknya sekitar 40 kios pedagang kerupuk, buah dan lainnya ditertibkan saat operasi gabungan tersebut. Penertiban tersebut berlangsung damai karena para pedagang menyadari dirinya salah dan tidak bisa berbuat apa-apa karena memang sebelumnya sudah diberikan surat peringatan. Bahkan, para pedagang tersebut hampir 6 meter memakan badan jalan

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi S.Sos mengatakan pihaknya sudah sering memberikan peringatan bahkan sudah mengeluarkan surat teguran sebanyak tiga kali. Namun para pedagang tetap membandel dan masih melanggar aturan dengan menggunakan trotoar dan badan jalan sebagai lapaknya. Padahal hal tersebut tentunya membuat arus lalu lintas menjadi macet saat jumlah kendaraan sedang tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya mengambil tindakan tegas berupa pembongkaran secara paksa dan barang-barang para pedagang tersebut diangkut dan dibawa ke kantor Satpol PP. Apabila pedagang mau mengambilnya bisa diurus dengan surat perjanjian dalam kurung waktu 3×24 jam. Semisal melewati batas waktu tersebut maka barang tersebut akan dimusnahkan.

“Surat teguran sudah 3 kali kita keluarkan dan peringatan sudah sering sekali, makanya yang menggunakan trotoar dan badan jalan langsung kita tertibkan, ini sebagai efek jera,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang pedagang, Umi(40) mengaku pasrah saat kiosnya dibongkar oleh Satpol PP. Ia mengaku memang salah bahkan sudah menerima berbagai surat teguran. Ia berharap pemkot dapat memberikan solusi terbaik untuk para pedagang Pasar Panorama khususnya. “Pasrah, ikut aja aturannya karena memang saya yang salah, saya pikir lapak saya tidak kena, eh taunya kena juga razia,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Buruh Abadi Makmur Tuntut Gaji UMP

BENGKULU – Sebanyak 50 buruh CV. Abadi Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang impor kayu ...

error: Content is protected !!