Selasa , 28 Januari 2020
Home / Metropolis / Proyek Pelebaran Jalan jangan Lamban

Proyek Pelebaran Jalan jangan Lamban

LAMBAN: Progress pengerjaan proyek pelebaran Jalan Kapuas Padang Harapan menuju Jalan Asahan Padang Harapan mulai disorot DPRD Kota Bengkulu. (foto: wahyu/rb)

BENGKULU- Komisi II DPRD Kota Bengkulu menyoroti keberadaan proyek pelebaran lanjutan kawasan Jalan Kapuas menuju Jalan Asahan Padang Harapan senilai Rp 15 miliar dalam APBD 2019, yang terkesan progress pengerjaannya lamban. Pasalnya hingga Minggu (21/7), proyek tersebut baru sebatas pembongkaran pembatasan jalan dan menaruh bahan material yang berserakan dijalan raya.

“Kita pantau di lapangan progress pengerjaan pelebaran Jalan Kapuas masih terkesan lambat. Seharusnya mengingat waktu tutup anggaran sudah akan memasuki bulan Agustus, yang artinya menyisahkan tinggal 4 bulan lagi. Maka kontraktor proyek harus lebih professional bekerja. Sebab banyak laporan warga terkait proyek pelebaran jalan yang terkesan lamban,” kritik Wakil Ketua Komisi II DPRD kota, M. Awaludin.

Awaludin menambahkan, pengerjaan proyek yang masih terkesan lamban tersebut, pihaknya pesimis bahwa proyek pelebaran jalan tersebut akan tuntas waktu sebelum tutup anggaran tahun ini. “Jangan sampai pengerjaan lamban berdampak dengan proyek yang terkesan dikerja asal-asalan. Karena dewan akan mengawasi ketat dalam hal ini. Sebab anggaran pembangunan pelebaran jalan itu lumayan besar,” tambah Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dijelaskan Awaludin, proyek yang didanai oleh APBD harus mengacu pada sejumlah aturan. Diantaranya Permendagri 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah.

“Yang perlu diketahui juga dalam aturannya tidak dibenarkan pengeluaran keuangan sebelum kegiatan pengadaan barang selesai atau termin dalam waktunya. Jadi kontraktor itu harus bekerja professional. Bila kontraktor nakal dalam mengerjalan proyek, harus di black list,” bebernya.

Sementara Iwanto (52) warga Kelurahan Padang Harapan mengatakan, proyek pelebaran Jalan Kapuas dan Jalan Asahan Padang Harapan merupakan jalan raya yang padat arus lalu lintasnya. “Jalan ini juga ada sekolah, tentu banyak sekali anak-anak yang menyeberang di jalanan, lihat sendiri kalau siang hari debu pasir koral ini membuat sesak napas. Kalau bisa segeralah secepatnya diaspal jalanan ini,” ungkap Iwanto.

Terkait hal itu, Plt (pelaksana tugas) Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Beni Irawan mengatakan, pihaknya berkeyakinan bahwa proyek pelebaran jalan tersebut tidak mengalami kendala, yang saat ini dalam proses pengerjaan akan tuntas hingga Desember mendatang.

“Kalau proyek pembangunan Jalan Kapuas itu kita tergetkan tuntas Desember nanti. Ya kita mohon doanya dari masyarakat agar proyek ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(new)

Berita Lainnya

DPRD Kota Sepakati Bahas 22 Raperda Baru

BENGKULU- DPRD Kota sepakat membahas lebih lanjut 22 Raperda baru (lihat grafis,red). Ini disepakati dalam rapat ...

error: Content is protected !!